Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, melayangkan kecaman keras terhadap lagu berjudul ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’.

Lagu tersebut tengah menjadi polemik di tengah masyarakat sekitar lantaran dinilai merendahkan kaum wanita dan dianggap sebagai bentuk pelecehan.

“Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’ dilihat dari lirik-liriknya amat melecehkan wanita,” kata Selly kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).

Lagu ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, ini menuai kritik tajam lantaran liriknya dianggap mengandung makna seksis. Dampak dari polemik tersebut, Saepul Bahri bahkan sempat disomasi oleh pihak-pihak yang merasa keberatan.

Meskipun Bupati Purwakarta telah menyampaikan permohonan maaf, ia menyerahkan klarifikasi bahwa dirinya tidak memiliki maksud demi merendahkan atau menjalankan pelecehan seksual secara verbal melalui karya yang dirilisnya tersebut.

Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’ sendiri disusun bersama lirik berbahasa Sunda. Meski diklaim bertujuan demi mengangkat budaya lokal, penggunaan diksi di dalamnya justru dianggap melukai martabat wanita.

Sederet penggalan lirik dalam lagu tersebut juga dinilai kental bersama nuansa patriarki, di mana liriknya membandingkan beban pria bersama proses biologis wanita, bagaikan kehamilan, keguguran, hingga siklus menstruasi.

Terkait hal tersebut, Selly mempertanyakan empati pencipta lagu terhadap kondisi biologis wanita. Ia menegaskan bahwa bias gender yang merendahkan tidak dapat dibenarkan, sekalipun dibalut bersama alasan hiburan atau humor.

“Kalau mau dianggap humor sekalipun, isi lagunya juga tidak lucu. Maka wajar bila masyarakat sekitar dan netizen mempertanyakan kepemimpinan dari seseorang yang tidak dapat membedakan antara candaan bersama bias gender yang merendahkan,” tuturnya.

Selly menilai lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’ tidak memiliki unsur edukasi sama sekali, meskipun ada klaim bahwa lagu tersebut merupakan upaya mempromosikan bahasa Sunda.

Mantan Plt Bupati Cirebon itu menekankan pentingnya kesadaran untuk para tokoh publik dalam menciptakan karya seni agar tetap menjaga nilai-nilai sosial.

“Sewajibnya telah dapat dipahami bahwa bahasa, humor, karya seni, maupun konten digital bukan sekadar media ekspresi, namun juga instrumen pembentuk nilai sosial,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *