Liburan Berujung Tertahan di Lombok, Erupsi Krakatau Bikin Pelancong Ini Gagal Hadiri Acara Penting

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Liburan tiga pelancong asal Jakarta di Lombok yang sewajibnya berakhir pada Minggu (6/9/2026) justru berujung pada penundaan kepulangan. Erupsi Gunung Anak Krakatau menciptakan jadwal penerbangan mereka ditunda hingga dua hari.

Salah satu pelancong tersebut, Dita (30), bahkan wajib kehilangan kesempatan menghadiri acara penting di Jakarta. Ia semasih belumnya dijadwalkan hadir dalam acara Anugerah Jurnalistik MH Thamrin yang digelar di Balai Kota Jakarta.

Dita telah mendapat kabar dari panitia bahwa dirinya menjadi salah satu nominasi yang berpeluang menjadi pemenang dalam ajang tersebut.

“Awalnya saya memang telah dijadwalkan pulang tanggal 6 September. Di Jakarta juga ada acara Anugerah Jurnalistik MH Thamrin yang wajib saya hadiri lantaran semasih belumnya telah dikabari menjadi salah satu nominasi,” kata Dita kepada MediaMerdeka.com, Senin (7/8/2026).

Namun, rencana kepulangan Dita bersama dua temannya berubah setelah penerbangan dari Lombok menuju Jakarta merasakan penundaan. Mereka awalnya dijadwalkan terbang memakai Pelita Air pada Minggu sore.

Saat itu, Dita dan kedua temannya baru menyelesaikan perjalanan dari Gili Air yang menjadi destinasi terakhir liburan mereka semasih belum kembali ke Pulau Lombok.

“Kami telah menyeberang dari Gili Air ke Lombok dan sedang beli oleh-oleh. Baru lalu dapat kabar bila penerbangan kami ditunda sampai tanggal 8 September,” ujarnya.

Penundaan penerbangan tersebut menciptakan Dita dan kedua temannya wajib memperpanjang masa menginap di Lombok selama dua hari. Padahal, Dita sewajibnya telah berada di Jakarta demi menghadiri malam penganugerahan.

Meski tidak dapat hadir langsung, Dita mendapat kelonggaran dari panitia Anugerah Jurnalistik MH Thamrin. Panitia memperbolehkannya mengirimkan perwakilan demi menggantikannya hadir di acara tersebut.

“Untungnya panitia membolehkan saya mengirim perwakilan demi menggantikan bila nanti memang menjadi juara. Walaupun agak kecewa juga lantaran wajibnya saya yang datang,” pungkas Dita.

Berdasarkan data sementara, terdapat 41 penerbangan Pelita Air yang terdampak pada 5–6 September 2026, bersama sekitar 5.337 penumpang.

Seluruh penerbangan yang terdampak pada saat ini berupa pembatalan, sementara penjadwalan kembali dilakukan sesuai perkembangan kondisi bandara dan NOTAM yang berlaku.

Rute yang terdampak terutama penerbangan domestik dari dan menuju Jakarta, serta satu rute internasional Jakarta–Singapura.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *