Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi penyelenggaraan Parade Tenun di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, kegiatan tersebut tidak cuma melestarikan tenun sebagai warisan budaya bangsa, namun juga mendorong kreativitas, menggerakkan perekonomian, dan mengembangkan pariwisata daerah.

Hal itu disampaikan Mendagri pada Kegiatan “Exotic Tenun: Parade Tenun dan Fashion Show” di Pelataran Mal Pelayanan Publik Timor-Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Jumat (26/6/2026).

“Malam ini merupakan festival tenun. Tadi kita telah lihat fashion show, dan kini ada pamerannya. Saya hormat dan respect bersama acara ini,” katanya.

Mendagri menilai kegiatan tersebut menyerahkan berbagai manfaat. Pertama, mempertahankan budaya tenun. Menurutnya, tidak seluruh daerah memiliki kemampuan menenun bagaikan masyarakat sekitar Belu.

“Jangan sampai nanti [tenun] kita diambil oleh orang luar negeri. Harus mempertahankan budaya, melalui festival acara-acara ini,” ujarnya.

Kedua, lanjut Mendagri, kegiatan tersebut mampu membangun kreativitas para desainer dan seniman. Ketiga, menggerakkan perekonomian melalui transaksi pembelian berbagai produk kerajinan. Keempat, menjadi hiburan yang menyegarkan untuk masyarakat sekitar.

“Dari daerah-daerah bagaikan ini, biasanya hiburannya alam. Tapi ini ada hiburan yang lain, ada musik, ada fashion show. Ada tempat mengaktualisasikan diri untuk para jagoan-jagoan seni, desainer tenun,” terangnya.

Kelima, kegiatan ini juga membanggakan orang tua dan sekolah lantaran para siswa tampil percaya diri mengenakan busana berbahan tenun lokal. Parade tenun ini diikuti peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, serta kategori umum.

“Yang SD, SMP, amat confident gitu ya. Beraksi di depan kita seluruh bersama memakai pakaian-pakaiannya yang buatan lokal. Nah, ini mengundang kreativitas, keberanian. Saya jujur amat menghargai dan ini hiburan yang amat menyegarkan,” tegasnya.

Mendagri menginginkan kegiatan serupa terus ditingkatkan dan dipromosikan hingga tingkat dunia agar semakin sejumlah wisatawan datang ke Belu. Menurutnya, sektor wisata budaya dapat menjadi salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melengkapi potensi wisata alam yang dimiliki daerah tersebut.

“Saya yakin bersama adanya kegiatan ini hotel-hotel penuh ini. Penerbangan juga penuh. Jadi restoran juga barangkali penuh. Banyak sekali yang dapat dibangkitkan. Saya pikir itu. Apresiasi saya kepada Pak Gubernur dan juga kepada Pak Bupati,” tandasnya.

Usai acara, Mendagri bersama rombongan mengunjungi stan yang memamerkan kerajinan tenun dan berbagai produk UMKM masyarakat sekitar Belu. Acara ini turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, pengurus TP PKK Provinsi NTT dan Kabupaten Belu, serta perwakilan aparatur negara dari Timor-Leste dan Australia.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *