Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pertanyaan kepada kalangan akademisi, mengawali dari persoalan komoditas pangan hingga kemampuan Indonesia memproduksi mobil nasional.

Prabowo mempertanyakan mengapa Indonesia yang menjelang usia ke-81 tahun masih belum mampu memproduksi secara mandiri sejumlah kebutuhan strategis. Pertanyaan itu kembali ia sampaikan di hadapan para akademisi dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).

“Saudara-saudara, lantaran itu saya berkali-kali saya datang ke kampus. Saya datang saya minta orang-orang terpintar. Tanya Pak Brian, tanya Profesor Sigit, saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak dapat punya benih gandum? Kenapa kita wajib impor gandum? Saya tanya, kenapa kelapa sawit per hektar di Malaysia produktivitasnya makin dari kita? Kenapa? Saya senantiasa minta mereka,” tutur Prabowo.

Prabowo lalu mengajukan pertanyaan serupa, kali ini terkait kemampuan Indonesia memproduksi mobil dan sepeda motor nasional.

“Kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak dapat bikin mobil buatan sendiri?” tanya Prabowo kepada para rektor, dekan, dan dosen yang hadir.

“Saya berdiri di depan saudara-saudara. Kalian yang PhD. Kenapa kita tidak punya, kita beli motor 10 juta motor tiap tahun, kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia? Tapi saya terima kasih kampus, saya terima kasih kita mengawali ke arah punya mobil sendiri,” sambung Prabowo.

Terkait mobil dinas, Prabowo menyebutkan perlahan mengawali memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setelah resmi dilantik sebagai Presiden, Prabowo memilih kendaraan buatan dalam negeri sebagai mobil kekepala negaraan, yakni Maung MV3 Garuda Limousine.

Prabowo mengaku memiliki kepuasan tersendiri lantaran usai pelantikan di Gedung DPR menuju Istana Merdeka, dirinya langsung memakai mobil produksi PT Pindad (Persero) tersebut.

“Desainnya Indonesia, dibuat di Indonesia. Tidak 100%, dan tidak ada mobil di dunia yang 100% produknya dari satu negara. Tapi bila 65%, 70%, itu telah boleh kita klaim buatan Indonesia,” kata Prabowo.

Meski merasa puas dapat memakai mobil karya anak bangsa, Prabowo mengaku sempat menyikapi sejumlah kendala teknis pada awal penggunaan Maung sebagai mobil kekepala negaraan. Namun, ia memaklumi hal tersebut dan mengimbau agar dilakukan penyempurnaan.

“Risikonya kini selama saya jadi kepala negara ya wajib naik mobil buatan Indonesia. Waktu bulan-bulan pertama ya lumayan, kecuali bila hujan keras. Kalau hujan keras sempat bocor juga itu. Tapi saya kembalikan, Profesor Sigit gimana nih mobil kepala negara bocor? Perbaiki. Enggak apa-apa, minimal kita mengawali, kita wajib berani mengawali,” kata Prabowo.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menerangkan maksud pernyataan Prabowo terkait mobil nasional yang disampaikan di hadapan para akademisi.

“Iya tadi salah satu yang disinggung. Kita menginginkan makin sejumlah tenaga-tenaga ahli terampil di bidang yang kita kehendaki demi bergabung mengembangkan mobil nasional kita dan motor nasional. Tapi memang kebarangkalian besar arahnya ke mobil maupun motor listrik,” tutur Prasetyo.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *