Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Kesehatan (Kemenkes) bergerak mempercepat pemulihan layanan kesehatan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7. Pemerintah menargetkan rumah sakit yang terdampak dapat kembali menyerahkan layanan dasar dalam waktu sepekan.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin menyebutkan pemulihan layanan kesehatan akan diprioritaskan pada penanganan trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

“Targetnya dalam seminggu layanan dasar di rumah sakit yang terdampak telah dapat berjalan kembali, bersama fokus pada operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa,” ujar Agus di Jakarta, Minggu (16/8/2026), dikutip dari ANTARA.

Untuk RSUD Nagekeo yang merasakan kerusakan berat, Kemenkes akan mengirimkan RS Mobil yang dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, termasuk ruang operasi.

Sementara itu, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk pasien dari Nagekeo.

Agus menerangkan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat 21 rumah sakit yang berada di delapan kabupaten/kota di NTT. Dari jumlah tersebut, enam rumah sakit merasakan kerusakan ringan dan tiga lainnya rusak berat.

Dari sisi operasional, sesejumlah 16 rumah sakit masih dapat beroperasi penuh, empat rumah sakit beroperasi seuntukan, dan satu rumah sakit masih belum dapat beroperasi.

Kondisi serupa juga terjadi di tingkat puskesmas. Dari 190 puskesmas yang tersebar di NTT, sesejumlah 122 masih beroperasi penuh, 49 beroperasi seuntukan, dan 19 masih belum beroperasi.

Dari jumlah tersebut, tercatat 11 puskesmas merasakan kerusakan ringan, 37 rusak sedang, dan 20 rusak berat.

Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas yang terdampak setidaknya dapat kembali menyerahkan layanan dasar dalam waktu dua minggu. Layanan yang diprioritaskan antara lain demi ibu hamil, persalinan, dan imunisasi.

“Diharapkan dalam dua minggu seluruh puskesmas yang rusak telah beroperasi minimal kembali, fokus ke layanan ibu hamil, melahirkan, dan imunisasi,” kata Agus.

Untuk mengonfirmasi kebutuhan kesehatan di lapangan dapat dipetakan bersama cepat, Kemenkes juga tengah memfinalisasi struktur Health Emergency Operation Center (HEOC).

HEOC nantinya digunakan demi mengidentifikasi secara rinci persoalan kesehatan, kondisi fasilitas pelayanan kesehatan, alat kesehatan, hingga kebutuhan obat-obatan.

“Identifikasi detail masalah kesehatan, faskes, alkes, kebutuhan obat-obatan, akan diberakhirkan tim HEOC esok hari agar dapat dipakai sebagai acuan tim relawan; datang ke mana, butuhnya apa, kontaknya siapa,” ujar Agus.

Selain memulihkan fasilitas kesehatan, Kemenkes menyiapkan dukungan logistik medis demi penanganan darurat. Bantuan yang akan dikirim meliputi delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit, 1.000 sarung tangan steril, 20 ribu sarung tangan nonsteril, serta 20 ribu masker bedah medis.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *