Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik kritis setelah militer Amerika Serikat meluncurkan rentetan serangan udara baru ke wilayah Iran.

Langkah agresif ini diambil cuma berselang sejumlah jam setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menghantam Teheran bersama kekuatan penuh apabila kesepakatan damai tidak berhasil tercapai.

Eskalasi bersenjata ini langsung meruntuhkan gencatan senjata rapuh yang sempat disepakati kedua belah pihak pada awal April lalu.

Dampaknya kian nyata setelah komando militer AS mengonfirmasi bahwa operasi udara tersebut telah dimengawali sejak tengah malam waktu Teheran.

“Serangan ini merupakan respons terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut,” sebut Komando Pusat AS melalui pernyataan resmi di media sosial X, dikutip dari Reuters, Kamis pagi.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa tindakan keras ini sengaja diambil demi menekan posisi tawar Iran di meja perundingan.

Menurut Hegseth, opsi militer ini berjalan beriringan bersama misi diplomatik yang sedang diupayakan oleh Washington.

“Kami akan memukul mereka bersama keras malam ini, dan mudah-mudahan Iran menciptakan keputusan yang baik,” ujar Hegseth saat mengunjungi Komando Pusat di Florida.

“Jika kita perlu bernegosiasi bersama bom, kita akan bernegosiasi bersama bom.”

Gelombang ledakan dilaporkan mengguncang sejumlah kota di pesisir selatan Iran, termasuk Bandar Abbas, Sirik, Kangan, dan Minab.

Serangan fajar ini merupakan balasan langsung AS setelah satu helikopter tempur mereka ditembak jatuh di dekat Selat Hormuz sehari semasih belumnya.

Pihak Teheran tidak tinggal diam dan langsung membalas bersama meluncurkan rudal serta drone ke pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Merespons agresi tersebut, komando militer gabungan Iran mengancam akan menembak setiap kapal yang nekat melintasi Selat Hormuz.

Pihak berwenang Iran juga menuduh sekutu merusak infrastruktur sipil yang mengancam hajat hidup masyarakat sekitar setempat.

“Ini bukan dampak tidak langsung — ini merupakan kejahatan perang yang diperhitungkan dan pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia,” tegas juru bicara Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghei.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *