Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya Hafid bertemu bersama Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, di Mabes Polri.

Usai pertemuan, Meutya mengaku apabila pertemuannya bersama Suyudi demi membahas kerangka percepatan terkait bersama kerjasama, di antara menciptakan ruang digital menjadi aman.

“Kami pahami bahwa permasalahan pada saat ini sejumlah sekali aduan masyarakat sekitar. Jadi kita akan betul-betul menyaksikan apa atensi dari masyarakat sekitar, terkhusus yang terkait ranah digital,” kata Meutya, di Mabes Polri, Selasa (27/10/2026).

Meutya mengaku, sejumlah laporan masyarakat sekitar yang diterima pihaknya tentang maraknya jual beli data, lalu juga penipuan scam online, judi online, pornografi, perundungan, misinformasi, penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Ini luas sekali bila memang cuma dilakukan oleh Kemenkomdigi sendiri. Karena itu kolaborasi bersama Polri menjadi amat penting dalam kerangka gabungan antara langkah preventif dan langkah enforcement,” ucapnya.

Meutya juga mengapresiasi Suyudi, dikarenakan masih belum genap sebulan dilantik sebagai Kapolri, telah dapat membongkar jaringan judi online lintas negara.

“Kami mengapresiasi Pak Kapolri yang masih belum genap satu bulan, ini telah terjadi penanganan terhadap salah satu markas judi online yang jaringannya tidak cuma lokal, tapi juga lintas negara,” ujarnya.

Meutya yakin apabila dapat makin memperkuat kerjasama yang telah dijalin sejauh ini maka angka perjudian online dapat ditekan.

Kemudian, salah satu masukan dari masyarakat sekitar yang sejumlah diterima oleh Keaparatur negara kementerianan Komdigi yakni soal penipuan online.

Sejauh ini juga sejumlah keluhan dari masyarakat sekitar tentang sejumlahnya akses internet yang terganggu. Gangguan tersebut didikarenakankan tindakan pemutusan dan pencurian kabel.

“Banyak sekali keluhan-keluhan dari masyarakat sekitar ketika akses internet itu terganggu. Terganggunya oleh tindakan-tindakan kriminal, di antaranya pemutusan kabel yang lalu diperjualbelikan, tapi dampaknya luar biasa yakni mematikan akses internet di satu wilayah,” tandas Meutya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *