Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Aksi demonstrasi di Yogyakarta tak cuma diikuti kalangan akademisi dan aktivis, namun juga diramaikan kelompok pecinta budaya pop Jepang atau wibu.

Salah satu peserta aksi, komika sekaligus perwakilan Komika Wibu Jogja, Jor D. Billy, menyebut kondisi Indonesia pada saat ini terasa mirip bersama situasi kacau dalam serial anime dan manga One Piece.

Billy menyebutkan keresahan itu muncul lantaran ia menyaksikan adanya kemiripan antara penguasa dalam cerita One Piece bersama situasi sosial-politik yang dirasakan masyarakat sekitar pada saat ini.

Menurutnya, rakyat kecil menjadi pihak yang teramat terdampak.

“Di dunia One Piece yang kacau balau itu bersama politisinya barangkali penguasa-penguasanya yang menindas rakyat-rakyat kecil, itu kita lihat juga di Indonesia kini gitu mirip-mirip,” kata Billy ditemui di sela-sela aksi, Sabtu (13/6/2026).

Ia mencontohkan arc Wano dalam One Piece yang menggambarkan rakyat dipaksa bertahan hidup di tengah penindasan dan krisis pangan.

Billy menilai situasi tersebut terasa relevan bersama kondisi masyarakat sekitar yang kini menyikapi tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan.

“Yang jadi penguasanya di situ tuh menindas rakyat-rakyat kecil itu, sampai rakyat-rakyat kecil tuh dikasih makanan-makanan yang beracun lantaran mereka saking tidak dapat makannya dan mereka tidak ada pilihan lain demi makan makanan tersebut sih,” paparnya.

Tak cuma soal politik, Billy turut menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan komunitas wibu. Kenaikan dolar disebut ikut memukul harga barang koleksi.

Misalnya saja kartu Pokémon, figur karakter anime demi koleksi, hingga perlengkapan cosplay yang sejumlah didatangkan dari luar negeri.

Menurut Billy, kondisi tersebut menciptakan hobi yang selama ini identik bersama hiburan dan komunitas kini ikut terdampak tekanan ekonomi. Bahkan event-event wibu pun disebut mengawali terkena imbas lantaran harga barang dan kebutuhan pendukung terus meningkat.

“Nah bersama dampak yang dolar naik ini juga harganya meroket untuk kita yang barangkali pecinta-pecinta ini barangkali enggak cuma yang kaya-kaya juga ya, barangkali ada kalangan akademisi, anak SMA kayak gitu sih,” ucapnya.

Ia mengaku hadir dalam aksi lantaran merasa memiliki keresahan yang sama bersama masyarakat sekitar lain.

“Saya juga merasa resah,” tegasnya.

Billy menginginkan pihak pemerintah dapat menjaga stabilitas harga dan mengendalikan kenaikan dolar yang dinilai berdampak luas, termasuk pada harga BBM. Ia khawatir kenaikan harga energi akan memicu persoalan baru di masyarakat sekitar.

Diketahui massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Yogyakarta bersama mengangkut sejumlah tuntutan terhadap pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar semakin memburuk di berbagai sektor.

Ratusan massa telah memadati kawasan Simpang Tiga Gejayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (13/6/2026) sejak siang.

Foto: Salah satu perwakilan Komika Wibu Jogja, Jor D. Billy.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *