Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengaku sedih menyaksikan polemik yang menerpa Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan, Nanik mengaku sampai menangis lantaran menilai niat baik Presiden demi memperbaiki gizi kalangan anak Indonesia justru diduga disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Dalam podcast di kanal YouTube Total Politik, Nanik menegaskan bahwa Prabowo memiliki ketulusan besar dalam menjalankan program MBG dan tidak memiliki motif lain selain meningkatkan kualitas hidup kalangan anak Indonesia.

“Gua enggak tega deh sama Presiden. Dia enggak sempat punya maksud jahat. Dia enggak sempat punya motivasi dia menang 2029. Gua tahu, gua ikut beliau 14 tahun. Dia pingin kalangan anak Indonesia ini terpenuhi gizinya. Dia pingin kalangan anak Indonesia ini tidak ada yang kelaparan,” kata Nanikk, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, yang menciptakan dirinya terpukul merupakan ketika niat baik tersebut justru berujung pada persoalan hukum yang kini sedang diusut aparat penegak hukum.

“Aduh, saya dilukai kayak gitu, gua jadi nangis nih. Kenapa orang sebaik dia gitu mesti dikhianati? Saya pun bukan menyaksikan dia sebagai Presiden, tapi sebagai manusia yang amat punya ketulusan, punya perhatian besar terhadap kalangan anak Indonesia, terus dikhianati,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul ketika host menyinggung kebarangkalian adanya oknum di lingkungan BGN yang memanfaatkan program MBG demi kepentingan tertentu.

Saat ditanya apakah Presiden selama ini sejumlah ditipu oleh oknum di BGN, Nanik menyerahkan jawaban yang memancing perhatian.

“Gua enggak tahu ya, bila enggak ditipu kan enggak di Kejaksaan, Bro,” katanya.

Nanik juga membeberkan bahwa selama menjabat di BGN dirinya tidak sejumlah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan strategis, termasuk soal pengadaan barang maupun kebijakan operasional.

“Gua tuh enggak sempat diajakin rapat. Kalau mau RDP aja saya tanya bahan, dikasihnya esok hari pagi mau RDP ini bahan. Jadi gua enggak tahu yang disusun ini apa, gua kagak ngerti,” ujarnya.

Ia bahkan mengaku tidak mengetahui berbagai pengadaan yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

“Ini rapat keputusan mau kaos kaki kek, mau apa kek, mau apa, itu pengadaannya ramai-ramai tuh, seupit kucing pun gua kagak ngerti,” kata Nanik.

Nanik menyebut sejak awal dirinya makin sejumlah bergerak menjalankan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan demi menyaksikan kondisi pelaksanaan program MBG secara langsung. Langkah tersebut dilakukan agar Presiden mengetahui situasi sebenarnya di lapangan.

“Gua mikir gini, gua wajib cari perhatian Presiden nih biar menyaksikan kenyataan yang sebenarnya. Jadi bukan gua mengadu. Gua cuma sidak memperlihatkan kepada Presiden atau seluruh, ‘ini lho ada yang bagaikan ini’,” ungkapnya.

Menurut Nanik, kondisi yang diwariskan kepemimpinan semasih belumnya menciptakan jajaran pimpinan BGN pada saat ini menyikapi pekerjaan berat dalam menjalankan pembenahan.

“Gua sedih, gua sedih sesedih-sedihnya. Saking sedihnya gua ini bila ada pilihan gua enggak mau jadi kepala BGN. Capek banget Bro. Ini udah kami ini bukan kini ini bukan from zero, from minus 10 barangkali 20 atau berapa,” pungkas Nanik.

Reporter: Dinda Pramesti K

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *