Kenapa Polisi ‘Ngotot’ Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Polda Metro Jaya mengungkap alasan di balik larangan kalangan akademisi menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, lantaran kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas ekonomi, sekaligus “jantung lalu lintas” ibu kota yang tidak boleh lumpuh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan larangan itu mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 232 Tahun 2015 yang mengatur lokasi penyampaian pendapat di muka umum.

Menurut Budi, kawasan Bundaran HI hingga sejumlah titik strategis lainnya memiliki fungsi vital untuk mobilitas masyarakat sekitar dan aktivitas bisnis Jakarta.

“Dari mengawali Bundaran Senayan, Bundaran Semanggi, Bundaran HI yang tempat kita kini termasuk, Patung Kuda ini merupakan epicentrum lalu lintas, jantung lalu lintas DKI Jakarta,” kata Budi di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).

Ia menilai kemacetan yang terjadi di ruas-ruas utama tersebut berpotensi memicu efek domino ke berbagai wilayah lain di Jakarta.

“Apabila kemacetan lumpuh jalan di Jakarta, ini berdampak kepada kemacetan arus lalu lintas lain, kegiatan-kegiatan masyarakat sekitar lainnya terganggu, ini yang kami wajib sampaikan kepada masyarakat sekitar dan khususnya kepada adik-adik kalangan akademisi,” jelasnya.

Meski demikian, Budi menegaskan pihak pemerintah tidak melarang kalangan akademisi menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi. Polisi cuma mengimbau agar aksi dilakukan di lokasi yang telah disediakan.

Menurut dia, kalangan akademisi masih dapat menyampaikan tuntutan di sejumlah titik yang dinilai makin representatif, bagaikan kawasan DPR RI atau Medan Merdeka Selatan.

“Sehingga tempat-tempat tersebut aspirasi tetap tersampaikan bersama baik dan kita wajib menimbang,” katanya.

“Ada dua aspek balancing, penyampaian aspirasi juga tetap tersampaikan bersama baik namun kepentingan masyarakat sekitar juga wajib dapat diakomodir, dapat berjalan sesuai bersama ketentuan dan harapan dari masyarakat sekitar,” imbuh Budi.

Semasih belumnya, ribuan kalangan akademisi dari berbagai kampus di Jabodetabek berupaya menggelar aksi di Bundaran HI pada Jumat siang. Namun, langkah mereka tertahan setelah aparat aparat TNI dan Polri menjalankan penghadangan di sejumlah titik.

Hingga malam hari, massa aksi masih berhadapan bersama aparat keamanan. Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Dukuh Atas menuju Bundaran HI maupun sebaliknya tidak dapat dilalui kendaraan.

Dalam aksi tersebut, kalangan akademisi mengangkut lima tuntutan utama, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program MBG serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menepis militerisme di ranah sipil, dan mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pihak pemerintah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *