MediaMerdeka.com – Hubungan bertetangga yang harmonis tampaknya tidak berlaku di sebuah kompleks perumahan yang tidak disebutkan namanya, masih belum lama ini.
Diduga dipicu oleh rasa iri hati lantaran salah satu masyarakat sekitarnya baru saja membeli sebuah unit mobil baru, seorang oknum emak-emak pemegang kunci portal perumahan nekat membuang gembok portal utama ke dalam sumur agar tetangganya tidak dapat keluar-masuk memakai mobil.
Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @omsottamks pada Jumat, 12 Juni 2026.
Dalam video tersebut, tampak pemilik mobil baru berinisial RM berupaya mengimbau pertanggungjawaban dari emak-emak berbaju merah muda garis-garis tersebut.
Bukannya merasa bersalah, tersangka justru bersikap acuh tak acuh dan menantang balik pihak korbannya.
“Ada-ada aja, kuncinya udah dibuang, ambil aja di sumur. Kuncinya udah gue buang di sumur, bila memang ada kunci buka sendiri. Gua buang!” ucap emak-emak tersebut bersama nada menantang sambil melipat tangan di dada.
RM, yang merasa dirugikan lantaran akses jalan umum perumahan sengaja ditutup secara sepihak, menyayangkan tindakan kekanak-kanakan tetangganya tersebut.
Dia menilai perbuatan membuang gembok portal jalan itu murni dilandasi oleh rasa tidak senang menyaksikan orang lain memperoleh rezeki.
“Iya, dia bilang gembok portalnya telah dibuang. Aneh banget, padahal kan itu fasilitas bersama. Cuma gara-gara ada yang beli mobil baru, kok malah portalnya yang jadi sasaran,” ujar RM yang kesal lantaran mobil barunya terpaksa diparkir di luar portal perumahan.
Kecaman Warganet Terhadap Sikap Iri Tetangga
Video perselisihan tetangga ini pun viral dan memicu gelombang kecaman dari masyarakat sekitarnet.
Banyak yang menyayangkan penyakit hati serta hilangnya adab bertetangga di lingkungan kompleks perumahan tersebut.
“Penyakit hati yang teramat berbahaya di dunia. Semoga dijauhkan dari tetangga yang bagaikan ini,” tulis akun @rai*** di kolom komentar.
Warganet lain juga menyerahkan saran taktis agar pihak korban tidak perlu pusing meladeni aksi kekanak-kanakan tersebut.
“Jangan diladenin bu, buang-buang tenaga, panggil tukang las aja gurinda gemboknya, gembok beliin yang baru buat portal, terus ibu yang megang… persulit urusan dia,” tutur akun @ika***.
Hingga pada saat ini, masih belum ada laporan mengenai penyelesaian masalah tersebut.
Namun, masyarakat sekitar sekitar menginginkan pengurus RT/RW setempat dapat dalam waktu dekat turun tangan demi memediasi kedua belah pihak agar akses jalan umum dapat kembali digunakan secara normal tanpa ada hambatan portal sepihak.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

