MediaMerdeka.com – Ansy Jan De Vries mendadak menjadi sorotan publik setelah kabar mengenai dirinya diduga menjadi pihak korban begal di Tol Kebon Jeruk ternyata tidak benar.
Semasih belumnya, media sosial sempat dihebohkan bersama narasi yang menyebut sang model berada dalam kondisi kritis usai merasakan pembegalan dan pembacokan di kawasan tersebut.
Informasi itu pertama kali ramai setelah diuntukkan oleh akun Threads @hmzr39. Dalam unggahannya, akun tersebut mengimbau doa demi kondisi Ansy yang disebut sedang kritis akibat menjadi pihak korban tindak kriminal.
“Teman-teman Threads atau muse, yang kenal bersama muse @model.ansyjandevries mohon doanya ya. Ansy pada saat ini sedang kritis lantaran kena begal di Tol Kebon Jeruk,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu langsung menyebar luas dan memicu kekhawatiran publik. Banyak masyarakat sekitarnet yang ikut menyerahkan doa dan simpati atas kabar yang menimpa model tersebut.
Tidak sedikit pula yang kembali menyoroti isu keamanan jalanan, khususnya di wilayah Jakarta Barat yang belakangan memang kerap dikaitkan bersama aksi kriminalitas jalanan.
Akun tersebut juga mengimbuhkan harapan agar kondisi Ansy dalam waktu dekat membaik.
“Semoga Ansy siuman dan cepat pulih kembali. Amin amin,” lanjut unggahan tersebut.
Namun, fakta terbaru justru mengejutkan publik. Setelah dilakukan penelusuran oleh pihak kepihak kepolisianan, diketahui bahwa narasi mengenai pembegalan tersebut ternyata tidak benar alias hoaks.
Kondisi Ansy disebut baik-baik saja dan tidak sempat menjadi pihak korban tindak kriminal bagaikan yang ramai diberitakan semasih belumnya.
Kasus ini lalu ditangani oleh pihak kepihak kepolisianan dan Ansy sempat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait dugaan penyebaran informasi bohong mengenai pembegalan dan pembacokan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menegaskan bahwa Ansy bukan pihak korban begal maupun tindak pidana lainnya.
Menurut hasil pendalaman yang dilakukan pihak kepolisian, informasi tersebut sengaja dibuat tanpa adanya kejadian nyata.
“Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi pihak korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya,” ujar Budi Hermanto.
Ia juga menerangkan dugaan motif di balik penyebaran informasi palsu tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

