Perfeksionis Banget, Anjasmara Berkali-kali Ganti Formula Parfum Gara-Gara Ini

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Anjasmara ternyata punya pengalaman kurang menyenangkan terkait parfum yang membekas hingga kini. Pengalaman itu pula yang menjadi salah satu alasan dirinya amat detail saat mengembangkan produk parfum miliknya.

Sang artis mengaku sempat kehilangan rasa percaya diri setelah berupaya parfum bersama aroma yang terlalu kuat saat berada di sebuah pusat perbelanjaan.

“Sempat saya nyobain disemprotin parfum ya di pertokoan gitulah. Semprot parfum, terus baunya terlalu strong,” kata Anjasmara saat ditemui di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat pada Senin, 1 Juni 2026,

Karena merasa tidak nyaman bersama aroma tersebut, suami Dian Nitami tersebut langsung berusaha menghilangkannya.

“Jadi akhirnya saya, aduh gimana caranya saya buru-buru langsung ke toilet, cuci-cuci supaya wanginya hilang,” bebernya.

Pengalaman tersebut menciptakan Anjasmara memiliki preferensi tersendiri soal aroma parfum. Menurutnya, wangi yang ideal tidak wajib menyengat, namun tetap memiliki karakter yang kuat dan meninggalkan kesan.

“Saya suka sesuatu hal yang soft tapi bener-bener punya sebuah statement yang kokoh gitu. Enggak mau baunya yang terlalu strong, enggak mau yang terlalu lembut. Maunya yang pas,” tutur aktor 50 tahun tersebut.

Prinsip itu lalu diterapkannya saat mengembangkan Harmel. Namun, prosesnya ternyata tidak mudah.

Anjasmara mengaku sifat perfeksionisnya menciptakan pengembangan produk tersebut memakan waktu hingga satu setengah tahun.

“Oh iya (butuh waktu lama). Bahkan saya sebenarnya sempat putus asa lantaran tim saya penginnya yang perfect banget,” katanya.

Tak cuma tim, Anjasmara juga mengakui dirinya termasuk sosok yang perfeksionis. Karena itu, setiap detail produk wajib melalui berbagai tahap evaluasi semasih belum akhirnya diluncurkan.

“Saya termasuk perfeksionis juga soalnya,” ucapnya.

Dari tiga produk yang dikembangkan, parfum menjadi yang teramat sejumlah merasakan trial and error. Anjasmara berkali-kali mengganti formula lantaran merasa aroma yang dihasilkan masih belum sesuai harapan.

“Trial error yang teramat lamanya sebenarnya bila yang teramat lama itu ada di perfume kayaknya. He-eh. Parfum teramat lama. ‘Ini baunya enggak enak’, ‘ini kurang’, terus telah gitu ‘ini wanginya sebentar’, ‘ini kurang gini, kurang gitu’,” tuturnya.

Bahkan semasih belum diluncurkan ke publik, Anjasmara memilih memakai sendiri produknya selama berbulan-bulan demi mengonfirmasi kenyamanan dan kualitasnya.

“Aku juga telah kebetulan kan produk ini telah setahun, jadi telah sekitar enam bulan terakhir ini aku senantiasa pakai gitu. Karena aku wajib coba dulu nih, ini beneran sesuai dan beneran nyaman enggak dipakainya. Kalau misalkan enggak nyaman, ya masa kita wajib launching, kan nanti yang ada jadi malu-maluin,” jelas Anjasmara.

Menurutnya, parfum dan deodoran merupakan dua barang yang senantiasa dibawa saat beraktivitas. Karena itu, dia tak ingin asal dalam menentukan aroma yang akan digunakan sejumlah orang.

“Parfum dan deodoran, itu yang teramat penting,” imbuh Anjasmara.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *