MediaMerdeka.com – PT Pertamina (Persero) tengah mempercepat langkah perampingan struktur organisasi atau streamlining secara masif. Sepanjang pada tahun ini, BUMN energi tersebut menargetkan konsolidasi terhadap 118 entitas anak usaha guna menciptakan ekosistem bisnis yang makin tangkas, efisien, dan terfokus.
Sektor hulu (upstream) menjadi prioritas utama dalam inisiatif penyederhanaan ini. Penggabungan berbagai anak korporasi di sektor hulu dirancang khusus demi memotong rantai birokrasi yang selama ini dinilai terlalu panjang, sekaligus menyatukan tata kelola berbagai entitas ke dalam satu komando utama.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa restrukturisasi ini merupakan langkah mendesak. Menurutnya, operasional korporasi wajib dalam waktu dekat dilepaskan dari beban kerumitan struktur yang tumpang tindih.
“Jadi, ke depan tidak perlu lagi ada sejumlah entitas bagaikan Hulu Rokan, Hulu RIK, dan Hulu lainnya. Itu cuma menambah birokrasi yang panjang. Maunya cukup satu konsolidasi dalam satu PT saja,” tegas Dony dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan laporan progres yang diserahkan Pertamina kepada BP BUMN, perseroan tercatat telah sukses merampingkan 31 korporasi hingga Kuartal II 2026. Angka ini ditargetkan terus bertambah menjadi 48 entitas pada September 2026. Jika diakumulasikan secara keseluruhan dalam rangkaian besar restrukturisasi grup, Pertamina telah memangkas sekitar 139 anak usacuma.
Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa transformasi di tubuh BUMN wajib dieksekusi secara fundamental, terencana matang, dan berorientasi penuh pada peningkatan kinerja serta budaya kerja profesional.
“Proses streamlining dan transformasi korporasi-korporasi BUMN ini memang kita lakukan secara fundamental dan terencana. Ekspektasi pihak pemerintah terhadap kita begitu tinggi, berakibat kita tidak punya sejumlah waktu. You’re in or you’re out,” tegasnya.
Melalui konsolidasi struktural ini, pihak pemerintah menaruh harapan besar agar birokrasi di internal Pertamina menjadi jauh makin ringkas. Dengan eksekusi yang tepat, perseroan diharapkan dapat memperkuat fokus pada bisnis intinya sekaligus mendongkrak daya saing global dalam rangka mengamankan ketahanan energi nasional.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

