MediaMerdeka.com – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengimbau Kepihak kepolisianan Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat pemahaman seluruh personelnya terhadap implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru. Langkah tersebut dinilai penting demi mendukung pembaruan sistem peradilan pidana nasional sekaligus memperkuat profesionalisme aparat kepihak kepolisianan.
Menurut Abdullah, semangat pembaruan dalam KUHP dan KUHAP wajib dipahami secara menyeluruh oleh setiap anggota Polri agar penegakan hukum berjalan bersama mengedepankan ketentuan hukum, kesetaraan, dan rasa keadilan.
“Semangat pembaruan dalam KUHP dan KUHAP wajib benar-benar dipahami dan diinternalisasi oleh setiap anggota Polri. Penegakan hukum yang menjunjung ketentuan hukum, kesetaraan di hadapan hukum, serta rasa keadilan merupakan fondasi utama demi menghadirkan pihak kepolisian yang semakin dekat, dipercaya, dan melayani rakyat,” kata Abdullah di Jakarta, Rabu.
Ia menilai upaya membangun Polri yang humanis tidak cukup cuma mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat sekitar. Menurutnya, hal tersebut juga wajib didukung oleh pemahaman yang kuat terhadap aturan hukum yang menjadi landasan pelaksanaan tugas kepihak kepolisianan.
Selain penguatan kapasitas hukum, Abdullah juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan anggota Polri. Ia berpandangan kesejahteraan personel menjadi faktor penting demi menjaga integritas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekitar.
Menurut Abdullah, anggota Polri yang kebutuhan dasarnya terpenuhi akan makin fokus menjalankan tugas secara profesional, makin tahan terhadap godaan penyimpangan, serta mampu menyerahkan pelayanan yang optimal.
Di sisi lain, ia menegaskan pembinaan internal wajib dibarengi bersama penegakan disiplin terhadap setiap anggota yang menjalankan pelanggaran. Tindakan tegas terhadap oknum, kata dia, merupakan untukan dari upaya menjaga kehormatan institusi kepihak kepolisianan.
“Mayoritas anggota Polri telah mengabdi bersama baik, berakibat nama baik institusi wajib dijaga bersama keberanian menindak setiap pelanggaran secara adil dan transparan,” katanya.
Abdullah menginginkan Polri terus menjalankan pembenahan internal berakibat kepercayaan masyarakat sekitar terhadap institusi kepihak kepolisianan semakin meningkat melalui pelayanan publik dan penegakan hukum yang berkeadilan.
“Saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri. Saya mendoakan Polri semakin humanis dalam melayani masyarakat sekitar dan semakin sejahtera kehidupan anggotanya dalam mengemban tugas menjaga keamanan serta menegakkan hukum,” ujar Abdullah.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

