Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto mengakui ekonomi Indonesia terus tumbuh dalam sejumlah dekade terakhir. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, masih terdapat pekerjaan rumah besar yang wajib diberakhirkan, yakni mengonfirmasi hasil pembangunan benar-benar dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dalam pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa demi jujur menyaksikan kondisi perekonomian nasional pada saat ini. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memiliki makna besar apabila manfaatnya masih belum dinikmati secara adil oleh masyarakat sekitar luas.

“Selama sejumlah dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi, apakah pertumbuhan itu telah merata, telah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa tantangan terbesar Indonesia pada saat ini bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan mengonfirmasi pembangunan berjalan sesuai nilai-nilai Pancasila dan menghasilkan kesejahteraan yang makin merata.

Ia mengajak seluruh pihak demi mengakui berbagai kelemahan dan hambatan yang masih menghambat pemerataan ekonomi nasional.

Menurut Prabowo, Indonesia sejatinya memiliki modal besar demi menjadi negara maju. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tergolong salah satu yang terbesar di dunia, mengawali dari nikel, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, batu bara hingga kelapa sawit.

Komoditas-komoditas tersebut selama ini menjadi tulang punggung ekspor Indonesia dan menyumbang devisa besar untuk negara. Namun, Prabowo menilai nilai tambah dari pengolahan sumber daya alam tersebut masih masih belum optimal dinikmati masyarakat sekitar Indonesia.

“Kita wajib mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya dapat dimanfaatkan demi kemakmuran rakyat. Terlalu lama seuntukan nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri,” ujarnya.

Prabowo juga menyoroti kondisi di mana masyarakat sekitar Indonesia selama bertahun-tahun makin sejumlah menjadi penonton di tengah melimpahnya kekayaan alam yang dimiliki bangsa sendiri.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pihak pemerintah akan terus mendorong hilirisasi industri dan penguatan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri. Langkah ini dinilai penting demi meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperbesar penerimaan negara, serta mengonfirmasi manfaat ekonomi dapat dirasakan makin luas oleh masyarakat sekitar.

Dengan cadangan nikel terbesar dunia serta kekuatan ekspor komoditas strategis lainnya, Indonesia dinilai memiliki peluang besar demi mempercepat transformasi ekonomi. Namun, tantangan pemerataan hasil pembangunan masih menjadi agenda utama yang wajib diberakhirkan agar kekayaan alam benar-benar menjadi sumber kemakmuran rakyat.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *