MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu soal sejumlah korporasi bangkrut di Indonesia. Hal ini dibuktikan bersama realisasi penerimaan pajak ke Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) per Mei 2026.
Menkeu Purbaya menerangkan bila setoran pajak mencapai Rp 834,4 triliun atau naik 22,1 persen secara year on year (yoy) pada Mei 2026. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 683,3 triliun.
Dari total itu, Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan Deposit PPh Badan mencapai Rp 167,6 triliun atau meningkat 23,9 persen secara yoy. Angka ini melonjak dibandingkan Rp 135,2 triliun bersama pertumbuhan 5,1 persen pada April 2026.
“Jadi ini yang tadi bikin saya takut nih, April kok cuma tumbuh segini? Padahal yang lain tumbuh kencang kan. Ternyata di bulan Mei balik ke level yang normal, dia tumbuhnya 23,9 persen dari Rp 135,2 triliun naik ke Rp 167,6 triliun,” katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, dikutip Minggu (7/6/2026).
“Jadi kekhawatiran saya yang semasih belumnya, barangkali korporasi pada bangkrut nih, jadi bayarnya kecil cuma tumbuh 5,1 persen ternyata salah. Ternyata mereka juga cukup sehat pertumbuhannya itu 23,9 persen,” lanjutnya.
Selanjutnya ada PPh Orang Pribadi dan PPh 21 yang mencapai Rp 123,1 triliun atau tumbuh 26 persen yoy per Mei 2026. Angka ini tumbuh dari April 2026 bersama angka Rp 101,1 triliun atau tumbuh 25,1 persen yoy.
Ketiga ada PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 bersama angka Rp 138,7 triliun atau naik 5,2 persen yoy. Angka ini tumbuh dari April 2026 sebesar Rp 109,1 triliun atau 9,8 persen yoy.
Kategori keempat yakni Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) bersama realisasi Rp 315,7 triliun atau tumbuh 41,3 persen yoy. Angka ini naik dari April 2026 bersama Rp 221,2 triliun atau 40,2 persen yoy.
“Jadi ini seluruh memperlihatkan bahwa ada perbaikan real di perekonomian,” imbuhnya.
Lebih lanjut Purbaya mengakui bila selama ini ada sejumlah kritik bila pertumbuhan ekonomi cuma ada di atas kertas, bukan nyata di masyarakat sekitar. Ia mengklaim tidak tutup kuping terhadap masukan itu dan langsung memeriksa data yang ada.
Hasilnya, seluruh data memperlihatkan bila kondisi ekonomi memang membaik. Ia menegaskan bila Menkeu maupun Pemerintah tidak bohong bersama pertumbuhan yang ada.
“Jadi Menteri Keuangan enggak bohong, Pemerintah enggak bohong,” jelas Purbaya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

