MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak akan langsung menyetujui usulan DPR soal tambahan anggaran Rp 984 triliun demi keaparatur negara kementerianan dan lembaga (K/L) Tahun Anggaran 2027.
Menkeu Purbaya beranggapan bila itu demi menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Adapun Pemerintah dan DPR sepakat defisit APBN berada di kisaran 1,80 hingga 2,40 persen.
“Kami lihat, enggak akan seluruhnya dipenuhi,” katanya, dikutip dari Antara, Minggu (5/7/2026).
Bendahara Negara menyebutkan bila Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) bakal mengevaluasi kebutuhan anggaran K/L dan menentukan skala prioritas terkait usulan tambahan anggaran tersebut.
“Yang jelas, kita kan ada target defisitnya berapa. Selama defisit dipenuhi, ya telah. Tapi, rasanya sih itu di atas defisit yang ada,” lanjutnya.
Diketahui usul tambahan pagu anggaran K/L semasih belumnya disampaikan oleh Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah. Ia menyebutkan bila pihaknya telah merampungkan kompilasi usulan dari K/L sesuai mitra komisi masing-masing.
“Akan kami serahkan usulan dari berbagai pembahasan yang telah disepakati antara komisi bersama mitra masing-masing. Pagunya Rp1.389,84 triliun. Usulan tambahannya Rp984 triliun,” ujar Said.
Jika usulan dipenuhi, total belanja K/L akan mencapai Rp 2.373,94 triliun demi Tahun Anggaran 2027.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

