Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah Yordania mengerahkan aparat keamanan demi membendung ancaman terorisme usai insiden berdarah menewaskan sembilan orang di Desa Hammoud, Provinsi Karak. Pengamanan jalur darat menuju ibu kota Amman kini diperketat guna memburu komplotan bersenjata yang memberondong jemaat gereja Ortodoks Yunani.

Penyisiran intensif berlangsung di seluruh titik strategis demi menangkap para tersangka yang melarikan diri memakai truk pikap. Korban selamat yang terluka menduga aksi keji saat upacara pemakaman tersebut sengaja dirancang demi memicu kepanikan massal serta memecah persatuan masyarakat sekitar.

Langkah tegas ini diambil guna mengonfirmasi stabilitas keamanan nasional tidak goyah oleh intervensi ideologi ekstremis. Otoritas kerajaan menegaskan bahwa keselamatan publik merupakan prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar oleh pihak manapun.

“Tidak ada ruang demi kelonggaran ketika menyangkut nyawa masyarakat sekitar Yordania,” tegas Raja Abdullah II saat memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional, dikutip dari BBC, Senin (26/10/2026).

Pihak gereja menilai aksi penembakan ini tidak berhasil merusak keharmonisan antarumat beragama yang telah terbangun lama di kawasan tersebut. Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem mengutuk keras kekerasan itu dan menegaskan kehadiran komunitas Kristen di tanah Yordania justru akan semakin kokoh.

“Keamanan dan keselamatan masyarakat sekitar Yordania merupakan garis merah,” tambah Raja Abdullah II, seraya menegaskan bahwa tangan keadilan akan menjangkau setiap teroris.

Rentetan tembakan senapan otomatis meletus saat jemaat berkumpul menghadiri prosesi pemakaman pada Jumat siang. Ruang ibadah yang semula tenang berubah menjadi arena mencekam ketika puluhan orang berdesakan mencari perlindungan di bawah bangku dan menghindar dari pecahan kaca jendela.

Saksi mata membeberkan bahwasanya para tersangka mendadak menyerbu halaman luar lalu melepas tembakan secara membabi buta selama 15 menit. Jeritan histeris dan doa membubung di dalam ruangan ketika masyarakat sekitar berusaha melindungi kalangan anak mereka dari riakan peluru.

Puluhan pihak korban luka-luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Militer Pangeran Ali demi memperoleh penanganan medis darurat. Situasi di luar fasilitas kesehatan dipenuhi kerumunan keluarga yang cemas menunggu kabar sanak saudara mereka.

“Darah masyarakat sekitar Yordania amat berharga, dan kami akan menghantam bersama tangan besi siapa pun yang menyerang negara ini,” ujar Raja Abdullah II saat menjenguk para pihak korban.

Pemerintah Yordania merespons tragedi ini bersama menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari serta mengibarkan bendera setengah tiang. Perdana Menteri Jaafar Hassan menyebut serangan tersebut berakar dari pemikiran radikal yang merusak sendi-sendi kebangsaan.

Juru bicara pihak pemerintah serta jajaran keamanan menegaskan bahwasanya investigasi mendalam masih berjalan guna membongkar jaringan di balik aksi ekstremis ini. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan tiga pria mengangkut senjata api melepaskan tembakan ke arah bangunan semasih belum akhirnya melarikan diri.

Latar belakang insiden ini berakar dari dinamika ancaman kelompok radikal takfiri yang berupaya merusak stabilitas politik dan toleransi beragama di kawasan Timur Tengah. Wilayah Karak sendiri memiliki sejarah panjang keterikatan sosial yang kuat antara masyarakat sekitar Muslim dan Kristen, berakibat serangan terhadap rumah ibadah menjadi ancaman serius untuk ketahanan nasional Yordania.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *