Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara membeberkan realisasi anggaran subsidi dan kompensasi mencapai Rp 331,4 triliun per Agustus 2026. Angka ini setara 74,2 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 serta tumbuh 52,1 persen secara tahunan (yoy).

Menkeu Suahasil menyebutkan bila Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) telah membayarkan anggaran subsidi dan kompensasi tersebut ke PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) terkait bersama subsidi energi.

“APBN telah membayarkan Rp 331,4 triliun kepada PLN dan Pertamina, yang makin tinggi dibandingkan tahun lalu,” kata Suahasil, saat konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Suahasil membeberkan, pembayaran kompensasi dan subsidi energi pada tahun 2026 makin besar apabila dibandingkan bersama catatan pada Agustus 2025 sebesar Rp 218 triliun kepada PLN dan Pertamina.

Ia bila capaian ini melonjak hingga makin dari Rp 100 triliun agar PLN maupun Pertamina dapat keleluasaan dana atau cash demi menyerahkan pelayanan maksimal demi masyarakat sekitar Indonesia.

“Tahun ini sampai bersama Agustus yang telah dibayarkan itu Rp331 triliun, Rp 100 triliun makin makin tinggi dibandingkan tahun lalu. Ini tentu kita maksudkan supaya PLN dan Pertamina memiliki keleluasaan cash supaya dapat terus menyediakan barang-barang yang memang harganya diatur oleh Pemerintah,” paparnya.

Bendahara Negara menyebutkan, peningkatan pembayaran subsidi dan kompensasi tersebut juga diikuti bersama kenaikan konsumsi sejumlah barang yang memperoleh dukungan subsidi atau harga yang diatur pihak pemerintah.

Berdasarkan catatan Kemenkeu, volume konsumsi BBM meningkat 8,8 persen. Sementara volume LPG naik 2,6 persen dan jumlah pelanggan listrik bersubsidi meningkat 2,1 persen.

Selain itu, volume pupuk meningkat 23 persen dan jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) tumbuh 5,9 persen.

“Ini yang saya maksud tadi ekonominya berjalan terus, salah satunya didukung oleh barang-barang yang harganya diatur oleh pihak pemerintah,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengimbuhkan, Pemerintah memang membayarkan subsidi dan kompensasi bersama nilai makin tinggi pada 2026 dibandingkan tahun semasih belumnya.

“Memang ada subsidi, kompensasi yang kita bayarkan, dan pada tahun ini pun kita bayarkan makin tinggi dibandingkan pembayaran subsidi dan kompensasi tahun 2025,” jelas Suahasil.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *