Rudal Houthi Hantam Arab Saudi, 2 Bandara Utama Diserang

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Konflik di Yaman kian memanas setelah serangkaian serangan rudal dan drone menyasar dua bandara utama di Arab Saudi. Otoritas penerbangan sipil setempat mengonfirmasi bahwa insiden tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 36 pihak korban lainnya.

Serangan mematikan itu menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya, serta fasilitas di Bandara Abha yang memakan dua pihak korban jiwa dan 28 pihak korban luka.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim kelompoknya bertanggung jawab atas penyerangan ke Bandara King Khalid memakai sejumlah drone.

Infrastruktur penerbangan di Yaman turut menjadi sasaran. Keaparatur negara kementerianan Perhubungan Yaman menginformasikan kelompok Houthi menembakkan rudal balistik dan drone peledak ke Bandara Internasional Aden. Sebuah rudal bahkan mendarat di dekat landasan pacu sejumlah menit semasih belum pesawat asal Kairo mendarat.

Balasan Masif Koalisi dan Pertempuran Bab el-Mandeb

Menanggapi gempuran tersebut, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menegaskan serangan Houthi tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Koalisi mengumumkan telah menggempur makin dari 80 posisi militer Houthi yang tersebar di wilayah Saada, Hodeidah, Jawf, dan Marib.

Pertempuran darat kini berpusat di sekitar Selat Bab el-Mandeb dan kota pelabuhan Mocha. Jalur pelayaran ini menjadi amat krusial untuk pasokan energi global, terutama saat perdagangan di Selat Hormuz terganggu akibat konflik AS-Iran. Pasukan pihak pemerintah Yaman yang dibantu jet tempur koalisi terus melancarkan serangan balasan di distrik Dhubab guna merebut kembali area-area strategis.

Lonjakan pertempuran terbaru ini memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman yang telah berlangsung selama 12 tahun. Badan Migrasi Internasional (IOM) mencatat jumlah pengungsi baru melonjak hingga memakini 200.000 jiwa.

Direktur Jenderal IOM Amy Pope mendesak bantuan dana darurat demi pangan dan tempat tinggal, di tengah laporan PBB bahwa tiga dari empat keluarga di sejumlah wilayah Yaman merasakan kelaparan.

Dampak konflik ini juga mengawali melibatkan konstelasi politik regional. Arab Saudi dilaporkan mengawali menggalang dukungan internasional. Turki mengirimkan bantuan teknis dan pertahanan, sementara Suriah tengah mempertimbangkan permintaan Riyadh demi menyerahkan bantuan militer guna mengamankan wilayah kerajaan dari serangan susulan Houthi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *