Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Disinformasi dan ketidakpercayaan publik yang mendalam memicu amuk massa fatal di pusat penyebaran wabah Ebola Kongo Timur.

Kemarahan masyarakat sekitar meledak setelah otoritas medis melarang keluarga mengangkut pulang jenazah seorang pemuda lokal demi dimakamkan secara adat.

Insiden tragis ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan yang tidak berhasil jauh makin mematikan daripada keganasan virus Bundibugyo itu sendiri.

Penolakan protokol pemakaman aman oleh masyarakat sekitar menjadi bom waktu yang akhirnya melumpuhkan fasilitas kesehatan di Provinsi Ituri.

Kondisi psikologis masyarakat sekitar yang telanjur mempercayai teori konspirasi mengubah duka mendalam menjadi aksi anarkis yang destruktif.

Massa yang beringas mengawali menyerang Rumah Sakit Umum Rwampara di dekat kota Bunia memakai berbagai proyektil batu.

Situasi semakin tidak terkendali ketika masyarakat sekitar nekat membakar tenda-tenda yang berfungsi sebagai ruang isolasi darurat.

“Mereka mengawali melemparkan proyektil ke rumah sakit. Mereka bahkan membakar tenda-tenda yang digunakan sebagai bangsal isolasi,” ujar politisi lokal Luc Malembe Malembe yang menyaksikan langsung pemandangan mengerikan di tempat kejadian perkara tersebut dikutip dari BBC.

Guna meredakan situasi yang kacau, aparat kepihak kepolisianan terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara demi membubarkan kerumunan.

Secara medis, jasad pihak korban yang meninggal akibat Ebola memiliki tingkat penularan yang amat tinggi untuk orang di sekitarnya.

Oleh dikarenakan itu, penegakan prosedur pemakaman yang higienis dan aman mutlak diperlukan guna memutus rantai penularan.

Akibat serangan ini, seluruh tenaga medis di Rumah Sakit Rwampara kini wajib ditempatkan di bawah perlindungan militer ketat.

Semasih belum tentara mengambil alih pengamanan, seorang petugas kesehatan dilaporkan terluka parah akibat hantaman batu dari para demonstran.

Pemuda yang tewas tersebut diketahui merupakan sosok pesepak bola populer yang sempat memperkuat sejumlah tim lokal setempat.

Sentimen emosional yang tinggi menciptakan para pelayat dan rekan pihak korban sama sekali tidak mempercayai keberadaan virus berbahaya ini.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *