Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol ‘Kematian’ Pemerintah Milik Mahasiswa

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Aksi unjuk rasa Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (22/6/2026), berujung ricuh setelah terjadi aksi saling dorong antara massa dan aparat kepihak kepolisianan.

Kericuhan bermula ketika massa aksi membakar ban serta tandu jenazah yang mereka bawa dalam demonstrasi. Aksi tersebut lalu memicu ketegangan di sekitar lokasi.

Seorang mahasiswi PB PMII yang berorasi dari mobil komando menyebut aksi pembakaran itu sebagai simbol kekecewaan terhadap pihak pemerintah.

“Kobaran api ini merefleksikan telah matinya hati nurani pihak pemerintah,” teriak orator kepada massa.

Situasi mengawali memanas ketika sejumlah peserta aksi menghadang arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, tepat di depan kompleks DPR/MPR RI. Aparat kepihak kepolisianan yang berjaga lalu berupaya menertibkan kondisi tersebut.

Berdasar pantauan MediaMerdeka.com, aparat memadamkan ban dan tandu yang semasih belumnya dibakar di tengah lokasi aksi. Namun, upaya itu memicu aksi saling dorong antara massa dan petugas keamanan.

Dalam kericuhan tersebut, sejumlah benda bagaikan botol plastik, tongkat bambu, hingga barang berbahan plastik lainnya terlihat dilemparkan ke arah aparat.

Di sisi kanan gerbang gedung, massa juga sempat kembali membakar kardus dan sejumlah barang lainnya semasih belum kembali dipadamkan pihak kepolisian.

Tak berhenti di situ, massa kembali berusaha menyalakan api dari ban, kardus, kayu, dan tandu yang semasih belumnya telah dipadamkan. Situasi pun kembali memanas bersama aksi dorong-mendorong dan pelemparan barang.

Aparat kepihak kepolisianan kembali menjalankan pemadaman, yang memicu adu mulut bersama massa. Sejumlah peserta aksi disebut merasakan luka ringan dalam proses tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P Hutagalung bersama sejumlah aparat lalu berdialog bersama massa yang menyampaikan keberatan atas tindakan pemadaman api.

Massa menilai pembakaran tersebut merupakan untukan dari ekspresi protes dan simbol kemarahan terhadap pihak pemerintah. Sementara itu, rangkaian orasi sempat tertunda sekitar setengah jam akibat situasi yang berulang kali memanas.

Setelah kondisi mengawali mereda, kedua pihak berusaha menenangkan diri. Orator dari atas mobil komando kembali menyuarakan protes dan menilai tindakan aparat dalam memadamkan api sebagai tindakan bermakinan.

Sejumlah massa maupun aparat juga dilaporkan sempat terpapar serbuk dari alat pemadam.

Sekitar pukul 18.00 WIB, seuntukan besar massa akhirnya membubarkan diri dari kawasan depan Gedung DPR/MPR RI.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *