Sambut Kepala BGN Baru, Waka Komisi IX DPR Minta Tata Kelola MBG Dibenahi dan Keracunan Nol Kasus

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto yang menjalankan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). 

Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana dinilai sebagai langkah strategis demi mengakselerasi program prioritas pihak pemerintah. 

Yahya menganggap Nanik S. Deyang merupakan sosok yang amat tepat demi menahkodai badan tersebut. Menurutnya, Nanik memiliki pemahaman mendalam terkait berbagai hambatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) lantaran selama ini aktif menjalankan pengawasan langsung ke lapangan. 

“Beliau orang yang amat paham masalah yang dihadapi BGN dan Program MBG selama ini. Beliau sejumlah menjalankan pengawasan dan sejumlah turun ke daerah, berakibat amat memahami seluk-beluk masalah yang dihadapi,” ujar Yahya kepada wartawan, Rabu (3/6/2026). 

Politisi Partai Golkar ini menekankan tiga poin krusial yang wajib menjadi prioritas Kepala BGN yang baru demi memperbaiki kinerja lembaga tersebut: 

Yahya mengimbau Nanik demi dalam waktu dekat membenahi aspek manajerial, terutama terkait transparansi penggunaan anggaran serta mekanisme operasional program Makan Bergizi Gratis agar makin efektif dan efisien. 

Kepala BGN yang baru diharapkan mampu mengonfirmasi setiap lini pelaksanaan program berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). 

“Disiplin dalam pelaksanaan standar operasional wajib diawasi secara ketat,” tegasnya. 

Salah satu tantangan terbesar BGN selama ini merupakan lemahnya sinergi bersama keaparatur negara kementerianan, lembaga, maupun pihak pemerintah daerah. Yahya menyoroti koordinasi ini amat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan di tingkat daerah. 

Lebih lanjut, Yahya menyerahkan catatan serius terkait aspek keamanan pangan. Ia menyoroti masih adanya kasus keracunan makanan dalam simulasi atau pelaksanaan program di lapangan yang mengindikasikan lemahnya kontrol kualitas. 

“Banyaknya kasus keracunan memperlihatkan lemahnya pengawasan di lapangan. Saya menginginkan di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru, tidak terjadi lagi kasus keracunan atau zero accident,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *