Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyoroti metodologi survei IndexMundi Global Surveys yang menempatkan Polri sebagai institusi teramat korup di Asia Tenggara.

Menurutnya, survei tersebut tidak memenuhi standar ilmiah lantaran memakai mekanisme survei daring terbuka (open web-based polling) tanpa kontrol sampel yang memadai.

“Kelemahan utama metodologi IndexMundi Global Surveys terletak pada penggunaan survei online terbuka (open web-based polling) tanpa kontrol sampel yang ketat,” kata Burhanuddinkepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

Ia menerangkan, hasil survei cuma merepresentasikan persepsi pengguna internet yang secara sukarela mengisi kuesioner, berakibat tidak dapat dianggap mewakili kondisi populasi secara keseluruhan.

Burhanuddin menilai metode tersebut rentan menimbulkan sampling bias lantaran responden tidak dipilih melalui random sampling.

Selain itu, survei juga berpotensi merasakan self-selection bias lantaran siapa pun dapat berpartisipasi secara sukarela.

Ia bahkan mengingatkan tidak adanya verifikasi identitas membuka peluang manipulasi hasil survei.

“Tanpa verifikasi identitas, sistem pengisian yang longgar membuka celah untuk satu individu atau kelompok demi mengisi survei berkali-kali memakai VPN atau perangkat berbeda guna memanipulasi peringkat negara tertentu,” tuturnya.

Selain itu, Burhanuddin menyoroti minimnya transparansi terkait jumlah responden dan mekanisme data cleaning, termasuk penyaringan terhadap bot, spam, maupun respons yang tidak valid.

Karena itu, ia menilai hasil IndexMundi makin tepat dipandang sebagai gambaran sentimen di ruang digital, bukan sebagai representasi kondisi faktual suatu negara.

Menurutnya, hasil survei semacam itu sebaiknya cuma dijadikan indikator awal dan diverifikasi memakai survei dari lembaga kredibel bersama metodologi ilmiah yang kuat, bagaikan Transparency International atau Gallup Poll.

“Oleh lantaran itu, organisasi internasional dan akademisi menepis memakai IndexMundi Global Surveys sebagai rujukan ilmiah utama,” katanya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *