Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Senator Partai Republik, Lindsey Graham, memprediksi upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran akan berakhir tidak berhasil.

Ia bahkan menyebut Presiden Donald Trump siap mengambil langkah militer demi menguasai Selat Hormuz apabila negosiasi tidak membuahkan hasil.

Berbicara dalam program Face the Nation di CBS, Graham menilai jalur diplomasi tetap perlu dicoba meski peluangnya kecil.

“Saya makin memilih berupaya diplomasi daripada menghapusnya dari opsi. Tapi saya pikir ini akan tidak berhasil,” ujarnya bagaikan dikutip dari NY Post.

Menurut Graham, nota kesepahaman 14 poin yang membuka jalan untuk pembicaraan damai selama 60 hari cuma menjadi langkah awal.

Graham memperingatkan bahwa ketidak berhasilan perundingan dapat berujung pada tindakan koersif, termasuk kebarangkalian konflik terbuka.

“Saya menghabiskan empat setengah jam bersama Presiden Trump. Jika kesepakatan ini tidak berhasil, Trump akan mengambil alih Selat Hormuz bersama paksa,” kata Graham.

Graham juga mengimbuhkan bahwa AS akan merespons keras apabila Iran menentang langkah tersebut.

Graham bahkan mengeluarkan pernyataan keras bersama menyebut Amerika Serikat siap menghancurkan Iran apabila terjadi konfrontasi di jalur strategis tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Sementara itu, Trump juga memperingatkan Teheran agar tidak mengganggu stabilitas kawasan, termasuk melalui kelompok proksi bagaikan Hizbullah.

Trump menegaskan akan memukul Iran amat keras apabila ancaman terhadap Israel terus berlanjut.

Di sisi lain, Graham optimistis Trump mampu mendorong normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel pada 2026.

Namun, ia menekankan bahwa langkah tersebut sulit terwujud tanpa termakin dahulu menekan pengaruh Iran di kawasan.

Ketegangan geopolitik ini menempatkan Selat Hormuz kembali sebagai titik krusial dunia.

Masa depan perundingan damai akan menjadi penentu apakah konflik dapat dihindari atau justru meningkat ke eskalasi yang makin besar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *