Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Iran bersiap mengambil langkah ekstrem apabila Amerika Serikat berani berkhianat atas poin-poin kesepakatan damai yang baru saja disepakati.

Dewan Keamanan Nasional Iran menegaskan mereka telah menyusun strategi balasan yang matang demi merespon setiap potensi pelanggaran dari Amerika Serikat.

Pemerintah Iran mengonfirmasi tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk intimidasi pasca-konflik bersenjata tersebut.

Langkah taktis ini menjadi sinyal kuat bahwa Teheran memegang kendali atas kedaulatan negaranya di meja perundingan.

Meskipun dokumen kesepakatan telah ditandatangani, tensi politik kedua negara justru kembali memanas akibat pernyataan dari Gedung Putih.

“Dewan Keamanan Nasional tidak akan beristirahat sampai hak-hak penuh bangsa Iran dipulihkan,” tulis pernyataan resmi yang disiarkan media pihak pemerintah IRIB.

Pernyataan tersebut secara spesifik memperingatkan AS agar tidak keluar dari kompromi yang telah disepakati bersama.

“Jika terjadi penyimpangan atau pelanggaran dari pihak Amerika Serikat, respons timbal balik akan dilakukan sesuai bersama rencana yang telah ditentukan,” lanjut rilis tersebut.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan narasi yang memicu kontroversi global terkait status perdamaian ini.

Trump mengklaim bahwa nota kesepahaman yang diteken kedua negara merupakan bentuk takluknya Iran tanpa syarat.

Klaim sepihak ini disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif yang memicu perdebatan mengenai batas kekuasaan kepala negara.

“Kita memiliki militer teramat kuat di dunia, sejauh ini,” ujar Trump kepada Marc Caputo dari Axios dalam potongan wawancara yang dirilis Kamis.

Jurnalis tersebut langsung mempertanyakan validitas klaim sang kepala negara di tengah fakta dokumen yang ada di lapangan.

Caputo menyebutkan kepada kepala negara bahwa “pada awal konflik, Anda berbicara tentang Anda cuma menginginkan penyerahan tanpa syarat dan MOU itu tidak terlihat bagaikan penyerahan tanpa syarat.”

Mendapat pertanyaan kritis itu, Trump tetap bersikukuh bersama pandangan subjektifnya mengenai hasil diplomasi tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *