MediaMerdeka.com – Gempuran militer Amerika Serikat yang menyasar berbagai wilayah Iran kini telah memicu lonjakan pihak korban luka hingga melampaui 260 orang. Aksi saling serang yang kian memanas ini dilaporkan telah memasuki hari kelima berturut-turut.
Hantaman proyektil tersebut tidak cuma menimbulkan kekacauan, namun juga merenggut sedikitnya 2 nyawa masyarakat sekitar setempat. Juru Bicara Keaparatur negara kementerianan Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengonfirmasi bahwa seuntukan besar pihak korban luka kini telah memperoleh penanganan medis.
Pihak otoritas kesehatan menegaskan sesejumlah 222 orang yang terluka telah diperbolehkan pulang dari fasilitas medis. Namun, ancaman terhadap keselamatan masyarakat sekitar sipil masih membayang seiring meluasnya zona target operasi militer.
Kermanpour menjabarkan melalui akun X miliknya bahwa 3 di antara pihak korban yang terluka merupakan kalangan anak di bawah umur 18 tahun. Serangan udara ini berjalan simultan bersama pengetatan blokade laut yang diterapkan pasukan AS pada pelabuhan-pelabuhan strategis.
Puluhan titik vital yang dituding sebagai fasilitas pertahanan menjadi target utama dari hujan peluru kendali tersebut. Langkah sepihak AS mengisolasi jalur maritim memperparah eskalasi konflik di kawasan Teluk.
Pada koridor pertempuran wilayah barat, kota pelabuhan Bushehr menjadi salah satu titik yang dihujani proyektil militer. Gubernur Bushehr, Mohammad Mozafari, memaparkan bahwa serangan subuh di wilayahnya beruntung tidak sampai memakan pihak korban jiwa.
Kantor berita resmi IRNA menginformasikan terdapat 4 lokasi strategis di kota maritim tersebut yang hancur akibat gempuran. Kendati infrastruktur terdampak berat, otoritas setempat mengonfirmasi situasi keamanan kota masih dapat dikendalikan.
Mozafari menegaskan kesiapan jajarannya menyikapi potensi serangan susulan dari militer asing yang masih mengancam kedaulatan mereka.
“Lembaga penyelamat pada saat ini bersiaga, dan ketenangan menyelimuti kota,” ungkap sang kepala daerah kepada agen berita tersebut.
Kesiapsiagaan penuh dari tim darurat diterjunkan demi memitigasi dampak kerusakan yang makin masif di sektor pesisir. Penjagaan diperketat di sekitar pelabuhan guna mengantisipasi pergerakan armada laut lawan.
Eskalasi pertempuran ini bermula dari keputusan Amerika Serikat demi meluncurkan operasi ofensif udara ke puluhan target dalam wilayah kedaulatan Iran. Blokade maritim yang diterapkan di pelabuhan memperuncing ketegangan bilateral kedua negara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

