MediaMerdeka.com – Dunia akting kembali diramaikan bersama genre misteri yang segar melalui serial My Chef in Crime. Aktor Roy Sungkono didapuk memerankan chef bernama Rama.
Kisahnya bermula saat Rama dituduh menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan. Ia diduga sebagai orang di balik hilangnya nyawa sang rival di dunia kuliner yang selama ini bersaing bersamanya.
Tak tinggal diam, Rama berusaha membersihkan nama baiknya bersama cara yang tak lazim. Ia mengandalkan insting tajam dan keahlian kulinernya yang mumpuni demi menguak dalang di balik kasus tersebut.
Perjalanan Rama semakin menarik lantaran ia bekerja sama bersama Detektif Vita yang diperankan Sintya Marisca. Karakter Vita ternyata merupakan mantan kekasih Rama yang ditugaskan menangani kasus sensitif ini.
Keduanya menelusuri petunjuk misterius yang terselip di balik teknik memasak hingga rahasia bumbu penyedap hidangan. Investigasi ini perlahan mengangkut mereka pada pusaran konspirasi perdagangan manusia dan penyelundupan rempah ilegal.
Tak cuma soal kriminal, serial yang tayang 14 Agustus 2026 di Vision+ ini juga menyuguhkan drama keluarga yang menyentuh. Penonton akan diajak mengikuti delapan episode yang penuh ketegangan bersama durasi rata-rata 35 menit.
Selain kedua bintang utama, serial ini turut diramaikan oleh Sarah Sechan, Sarah Felicia, hingga aktor muda Jeremie Tobing.
Clarissa Tanoesoedibjo selaku Executive Producer menerangkan sisi unik yang menjadi daya tarik serial My Chef in Crime.
“Yang bikin My Chef in Crime menjadi unik, kasus dalam series ini diberakhirkan bersama (melibatkan) kuliner Indonesia,” kata Clarissa dalam konferensi pers sejumlah Waktu lalu.
Sebab dalam setiap episode nantinya akan menyoroti hidangan tradisional yang beragam dan autentik dari penjuru Nusantara.
Kehadiran serial ini juga mengangkut misi mengangkat derajat kuliner lokal. Tim produksi ingin menonjolkan bahwa kekayaan rempah asli Indonesia memiliki nilai estetika yang tinggi.
“Nanti setiap episode akan ada hidangan tradisional yang berbeda. Ini menjadi kesempatan demi kita memperkenalkan makanan Indonesia ke kancah global. Bahwa kuliner Nusantara ternyata tak cuma rendang,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

