Presiden Asosiasi Pilot Malaysia: Saya Sangat Malu Ada Pilot Selundupkan Narkoba ke Indonesia

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Penangkapan pilot Malaysia Airlines akibat dugaan penyelundupan puluhan ribu butir ekstasi ke Indonesia memicu tamparan keras untuk dunia penerbangan. Kasus hukum ini langsung membongkar celah serius dalam mekanisme pengawasan internal kru udara yang selama ini terabaikan.

Asosiasi Pilot Malaysia menilai insiden ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan tamparan ganda terhadap reputasi profesi dan negara. Keterlibatan perwira aktif maskapai pelat merah membuktikan rentannya sistem pemantauan perilaku staf penerbangan dari ancaman sindikat narkotika.

Jejak karier tersangka yang dinilai tidak wajar turut menjadi sorotan tajam internal penerbang profesional. Keterlambatan promosi jabatan hingga usia matang kini ditengarai sebagai indikator awal yang luput dari radar evaluasi manajemen maskapai.

Presiden Asosiasi Pilot Malaysia, Kapten Ab Manan Mansor, menegaskan rasa keprihatinannya yang amat mendalam atas keterlibatan oknum pilot tersebut.

“Saya seorang pilot Malaysia dan saya merasa amat, amat malu bersama hal ini,” katanya, dikuitp dari NST Malaysia, Senin (10/8/2026).

“Datang dari maskapai penerbangan nasional merupakan kemaluan ganda. Di mana saya wajib menaruh muka saya?” ujar Ab Manan Mansor.

Ab Manan menegaskan perlunya langkah-langkah yang makin ketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Manajemen maskapai mendesak agar dalam waktu dekat memantau perilaku tidak biasa para pegawai serta menggelar tes urine acak secara menyeluruh.

“Saya pikir maskapai penerbangan wajib memperkuat kontrol ini dan memperluasnya ke seluruh staf, termasuk personel darat di bandara,” tegas Ab Manan Mansor.

Selain masalah pengawasan keamanan, pergerakan jenjang jabatan sang pilot juga mengundang pertanyaan besar di kalangan penerbang. Pelaku diketahui masih berstatus second officer bersama dua balok di pundak pada usia 39 tahun.

Padahal, standar umum penerbang di Malaysia Airlines biasanya telah sukses mencapai jenjang kapten atau empat balok pada usia 30 tahun.

Pemerintah Malaysia diminta mengambil sikap tegas lantaran insiden tersebut tidak cuma merusak citra industri penerbangan dan negara, namun juga merusak kehidupan serta keluarga.

“Menteri Pengangkutan wajib menciptakan pernyataan. Maskapai ini juga masih belum mengeluarkan pernyataan mengenai insiden tersebut atau menyebutkan apakah mereka akan memperkuat tindakan keamanan melalui tes urine acak,” kata Ab Manan Mansor.

Petugas Bea dan Cukai Indonesia menangkap pilot Malaysia Airlines di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Juli lalu. Petugas menemukan 15 paket berisi 70.114 butir ekstasi yang disembunyikan secara rapi di dalam koper bawaannya.

Barang haram bernilai sekitar RM45 juta tersebut terungkap setelah pemeriksaan intensif di area kedatangan bandara. Hasil pemeriksaan laboratorium juga mengonfirmasi sang pilot positif mengonsumsi metamfetamin, MDMA, dan kokain. Hingga berita ini diturunkan, pihak Malaysia Airlines masih belum menyerahkan tanggapan resmi terkait insiden penangkapan tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *