Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah yang Digagas Turki dan Arab Saudi?

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Turki menegaskan Perjanjian Pertahanan Makkah atau Pakta Pertahanan Makkah yang melibatkan Arab Saudi dan Pakistan murni ditujukan demi stabilitas regional. Kesepakatan kolektif ini sama sekali tidak menetapkan Iran sebagai ancaman bersama.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyebut Pakta Makkah tersebut bekerja mirip mekanisme pertahanan NATO. Namun, bantuan militer baru aktif saat negara anggota yang diserang mengajukan permintaan resmi.

Kehadiran aliansi tiga negara ini menawarkan arsitektur keamanan baru berbasis kekuatan mandiri kawasan. Langkah strategis ini dirancang demi mengurangi ketergantungan historis terhadap kekuatan luar.

Penandatanganan pakta di Makkah mencakup komitmen bantuan intelijen, logistik, amunisi, hingga pengiriman pasukan. Ketiga negara juga menyepakati transfer teknologi pertahanan dan pembentukan sekretariat tetap di Arab Saudi.

Fidan menerangkan penyusunan naskah ini telah berlangsung selama dua tahun delapan bulan. Rentang waktu panjang tersebut membuktikan bahwa aliansi terbentuk bukan lantaran eskalasi mendadak bersama Tehran.

Dalam wawancara resmi, Fidan membeberkan bahwa tidak ada nama negara tertentu yang ditulis sebagai musuh.

“Tidak ada ancaman bersama yang kami tuangkan dalam bentuk tertulis,” tegasnya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (10/8/2026).

Ia mengimbuhkan negara mana pun yang tidak menyerang anggota aliansi tidak akan menjadi sasaran tindakan militer. Skema ini murni mekanisme bertahan demi menjaga kedaulatan tiap anggota dari serangan luar.

Di sisi lain, aparatur negara Iran menyampaikan keraguan atas efektivitas perjanjian tiga negara tersebut. Anggota Komisi Keamanan Nasional Iran Mahmoud Nabavian menilai kerja sama ini tidak menjamin keamanan Arab Saudi.

Senada bersama itu, Ebrahim Rezaei menyebut kesepakatan tersebut cuma sebatas perjanjian di atas kertas. Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerukan persaudaraan sejati sambil menegaskan kesiapan tempur pasukannya.

Respons skeptis dari Tehran muncul di tengah upaya penataan ulang keamanan di Timur Tengah. Turki justru berencana memperluas jangkauan kerja sama ini ke negara-negara tetangga lainnya.

Visi Ekspansi Aliansi Mandiri Kawasan

Fidan menekankan pentingnya peran aktif negara-negara regional dalam mengelola keamanan mandiri.

“Hegemon eksternal yang masuk ke kawasan tidak menyelesaikan masalah; mereka justru memperparahnya,” ujarnya.

Menurutnya, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan cumalah pilar inti dari gagasan aliansi yang makin besar. Penguatan pertahanan kawasan dinilai memerlukan partisipasi aktif dari sejumlah pihak.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *