3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kepihak kepolisianan Malaysia atau PDRM mengonfirmasi penangkapan tiga wanita asal Sabah yang kedapatan mengangkut narkoba lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Petugas mengtidak berhasilkan penyelundupan ini setelah mendeteksi narkoba yang tersembunyi rapat di koper serta sepatu tersangka.

Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan barang haram yang disita penyidik Indonesia bernilai kecil dan murni demi konsumsi pribadi.

Catatan kepihak kepolisianan memperlihatkan dua di antara tiga wanita berumur 30 hingga 39 tahun tersebut memang pemakai aktif.

Aparat mengamankan ketiganya seusai mendarat di Terminal 2F dari penerbangan langsung asal Kota Kinabalu, Senin lalu.

NCID Bukit Aman mengonfirmasi aksi nekat kelompok kecil ini sama sekali tidak memiliki tautan bersama jaringan kriminal lainnya.

“Penangkapan ketiga wanita ini ditemukan tidak berkaitan bersama kasus-kasus semasih belumnya yang melibatkan penahanan seorang pilot dan seorang pria berusia 22 tahun di Indonesia,” ujar Hussein dikutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, Kamis (6/8/2026).

Jalur geografis Malaysia memang kerap dimanfaatkan sindikat internasional sebagai titik lompatan distribusi barang haram menuju wilayah tetangga.

Tingginya frekuensi kasus luar negeri memaksa kepihak kepolisianan memperketat pemantauan di seluruh celah perbatasan udara maupun laut.

“Seuntukan besar sindikat perdagangan narkoba ini berasal dari negara-negara di sebelah utara Malaysia, dan kita menjadi jalur transit untuk mereka demi bergerak ke Indonesia, Singapura, Filipina, dan sejumlah negara lainnya,” ungkapnya.

Pemerintah Diraja berkomitmen menyapu bersih celah penyelundupan agar reputasi kawasan tidak terus-menerus tercoreng sebagai sarang transit.

Evaluasi prosedur standar pengamanan bandara dan pelabuhan kini sedang berjalan secara menyeluruh.

“Oleh lantaran itu, kami akan memperketat lagi prosedur operasional standar (SOP) yang ada di titik masuk dan keluar negara demi mengonfirmasi Malaysia tidak terus-menerus dicap sebagai negara transit narkoba,” papar Hussein.

Tindakan tegas penegak hukum terbukti dari akumulasi penyitaan puluhan ton barang haram sepanjang dua tahun terakhir.

Catatan NCID sukses mengamankan 89 ton narkotika sepanjang 2025 serta tambahan 46 ton pada semester awal 2026.

Penangkapan di Jakarta ini menjadi peringatan keras untuk otoritas kedua negara demi memperkuat koordinasi intelijen lintas batas.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *