Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kepihak kepolisianan Malaysia resmi memeriksa dua petugas Aviation Security (Avsec) demi membongkar jaringan pemasok narkoba yang melibatkan seorang pilot maskapai Malaysia Airlines. Langkah hukum ini diambil guna menyelidiki celah keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) hingga barang haram tersebut dapat lolos ke penerbangan internasional.

Direktur Departemen Siasatan Jenayah Narkotik (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengonfirmasi bahwa kedua personel Avsec tersebut diperiksa pada Kamis (6/8).

“Tidak ada penangkapan yang dibuat. Kami merekam pernyataan personel AVSEC demi menolong penyelidikan yang sedang berlangsung,” ungkapnya saat dihubungi pada Jumat (7/8/2026), dikutip dari The Star.

Pihak kepihak kepolisianan menegaskan tidak akan melayangkan permohonan ekstradisi terhadap oknum penerbang tersebut.

“Kami tidak akan mengimbau ekstradisi lantaran pilot tersebut akan menyikapi proses hukum di Indonesia,” kata Hussein mengimbuhkan.

Penyidik kini terus mendalami seluruh petunjuk demi meretas mata rantai sindikat yang mensuplai narkoba kepada sang pilot. Berdasarkan hasil penelusuran awal, tersangka diketahui menyambut baik pasokan barang terlarang tersebut di wilayah Ampang, dua hari semasih belum jadwal penerbangannya.

Kepihak kepolisianan Malaysia juga berkoordinasi intensif bersama otoritas Indonesia demi memetakan keterkaitan bersama sindikat lokal di tanah air.

“Kami juga bekerja sama bersama pihak Indonesia demi menyaksikan hubungan bersama sindikat Indonesia,” jelasnya.

Meski masih belum ada tersangka baru yang ditetapkannya di tingkat lokal, pihak kepolisian telah mengantongi sosok yang dicurigai.

“Sementara masih belum ada tersangka yang diidentifikasi secara lokal, penyelidikan telah membeberkan ‘sosok yang menarik perhatian’ untuk pihak kepolisian,” tutur Hussein.

Proses pemindaian bagasi penumpang dan kru sepenuhnya menjadi ranah operasional Avsec di bawah manajemen Malaysia Airports. Direktur Jenderal Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan Malaysia (AKPS), Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain, mengonfirmasi jajarannya tidak terlibat langsung dalam pemindaian X-ray tersebut.

“Ya, saya dapat mengonfirmasi bahwa petugas dari lembaga di bawah AKPS, termasuk Departemen Bea Cukai, tidak terlibat dalam proses pemindaian bagasi memakai mesin pemindai X-ray di KLIA,” ujar Shuhaily.

Temuan awal memperlihatkan tidak ada objek mencurigakan yang terdeteksi saat tas milik pilot melewati pemindai.

“Dia menjalani dan lolos dari seluruh prosedur pemindaian keamanan. Namun, pihak kepolisian melalui NCID kini sedang menjalankan penyelidikan makin lanjut demi menentukan bagaimana 26 kg narkoba sukses lolos dari sistem pemindaian bagasi bertolak ukur teknologi tinggi tersebut,” terangnya.

Kasus besar ini pertama kali membongkar penyelundupan jaringan udara pada 28 Juli lalu di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Petugas gabungan Indonesia menciduk pilot pria berusia 39 tahun tersebut sesaat setelah mendarat.

Dalam penggeledahan barang bawaan tersangka, petugas menemukan 15 paket besar yang berisi 70.114 butir ekstasi serta narkotika jenis sabu bersama total berat mencapai 26 kilogram. Saat ini tersangka mendekam di sel tahanan Indonesia demi menjalani proses hukum yang berlaku.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *