Siswa Thailand Bawa Pistol Kakek ke Sekolah, Berondong Guru dan Murid Muntahkan 26 Peluru

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Polisi merilis foto siswa berusia 14 tahun tersangka penembakan massal di sekolah Thailand. Dia menghabisi delapan nyawa termasuk kakek, nenek, dan dirinya sendiri di sebuah sekolah. Peristiwa berdarah di pinggiran Bangkok ini menjadi kasus pembantaian terburuk di Negeri Gajah Putih sejak 2 tahun terakhir.

Dalam foto yang dirilis kepihak kepolisianan kerajaan Thailand, tampak siswa berkulit putih itu mengenakan seram sekolah berwarna ungu.

Rentetan tembakan memicu kepanikan massal hingga ribuan siswa berhamburan menyelamatkan diri dari area sekolah. Tak cuma merenggut pihak korban jiwa, insiden tragis ini juga menyebabkan 23 orang merasakan luka-luka.

Pelaku melancarkan aksinya memakai senjata api milik kakeknya setelah termakin dahulu membunuh kedua orang tua dari orang tuanya di rumah. Polisi menemukan setidaknya 26 selongsong peluru yang telah dimuntahkan serta 34 butir amunisi aktif di lokasi.

Saksi mata di lokasi kejadian sempat mengira suara letusan senjata api tersebut sebagai ledakan petasan yang biasa dimainkan kalangan anak.

Seorang siswa berusia 18 tahun menceritakan kepanikannya saat menyadari letusan tersebut merupakan tembakan beruntun.

“Awalnya saya tidak menyangka itu merupakan senjata api,” katanya dikutip dari CNA, Jumat (7/8/2026).

“Ada sejumlah tembakan: bang bang bang. Lalu hening. Kemudian mengawali lagi.”

Pihak kepihak kepolisianan mengonfirmasi bahwa remaja pria yang menjadi dalang penembakan tersebut ditemukan tewas di tempat.

Juru bicara Kepihak kepolisianan Nasional, Letnan Jenderal Trairong Phophan, mengonfirmasi status hukum tersangka penembakan tersebut.

“Terduga penembak termasuk di antara tujuh orang yang tewas di sekolah,” ujarnya kepada Reuters.

Menteri Pendidikan Prasert Jantararuangtong menegaskan bahwa pihak korban meninggal di lingkungan sekolah terdiri dari pendidik dan peserta didik.

Situasi di dalam gedung sekolah menggambarkan kepanikan luar biasa saat petugas medis berupaya menolong para pihak korban.

Petugas penyelamat Kiatikhun Verapongpradith menceritakan kondisi para pihak korban luka yang menderita tembakan di dada, punggung, serta tangan.

Ia menemukan seorang guru pria tewas di lantai atas, serta guru wanita yang bersimbah darah di ruangan lain.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *