Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – PT Agrinas Palma Nusantara akan membuka 400.000 hektare (ha) kebun sawit baru, bagaikan yang telah ditugaskan oleh pihak pemerintah. Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani menyebutkan penugasan tersebut diberikan pihak pemerintah melalui Menteri Pertanian.

Semasih belumnya Abdul Ghani mengakui bahwa BUMN itu telah menyambut baik lahan makin dari 4 juta Ha dari pihak pemerintah, yang seuntukan besarnya telah berisi pohon sawit. Seuntukan besar lahan diperoleh dari penyitaan yang dilakukan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH.

“Kami juga dalam rangka swasembada pangan dan energi diberi tugas demi memperluas kebun sawit 400.000 hektare,” kata Abdul Ghani dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Selain perluasan kebun sawit, Agrinas juga mendapat penugasan mengembangkan kedelai seluas 400.000 ha, singkong seluas 300.000 ha yang akan dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol, serta jagung seluas 250.000 ha.

Abdul Ghani menyebutkan korporasi juga akan mereaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau, berkapasitas 600.000 ton yang ditargetkan kembali beroperasi pada akhir 2027.

Di sisi hilir, Agrinas juga berencana membangun pabrik pengolahan singkong menjadi bioetanol kapasitas 185 ribu ton bersama target kapasitas pengolahan yang telah disiapkan pada 2030.

Dalam kesempatan itu, Abdul Ghani menyebutkan Agrinas pada saat ini mengelola sekitar 4,1 juta ha areal perkebunan di kawasan hutan. Dari total luasan tersebut, sekitar 730 ribu ha merupakan kebun sawit yang telah terverifikasi.

Ia menyebutkan selain mengelola sekitar 730.000 ha kebun sawit yang telah terverifikasi, masih terdapat sekitar 850.000 ha kebun sawit yang masih belum terverifikasi.

Dia mengimbuhkan Agrinas juga menargetkan pembangunan kebun plasma sedikitnya seluas 250.000 hektare, seiring pengembangan areal perkebunan sawit yang dikelola korporasi.

Kebun plasma merupakan skema kemitraan antara korporasi perkebunan dan masyarakat sekitar. Dalam skema tersebut, korporasi berkewajiban memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar sedikitnya 20 persen dari luas areal yang diusahakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebagai tahap awal, Agrinas akan memengawali pengembangan kebun plasma seluas 1.500 hektare di Sumatera Utara sebagai proyek percontohan bekerja sama bersama Keaparatur negara kementerianan Koperasi, kata Abdul Ghani.

Semasih belumnya diwartakan PT Agrinas Palma Nusantara menyambut baik sekitar 4,1 juta hektare lahan perkebunan yang berada di kawasan hutan dan tengah mengupayakan perubahan status seuntukan lahan tersebut menjadi areal penggunaan lain (APL) sebagai dasar memperoleh hak atas tanah.

Abdul Ghani menerangkan seluruh areal yang dikelola korporasi pada saat ini berada di kawasan hutan, baik hutan produksi maupun hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK).

“Dilaporkan, sampai pada hari ini kami diamanahkan mengelola perkebunan yang berada di kawasan hutan seluas 4,1 juta hektare,” jelas dia.

Areal itu tersebar dari mengawali di Aceh bersama luas 173.000 hektare, Riau 729.000 hektare, Kalimantan Tengah 627.000 hektare, hingga Papua Selatan 494.000 hektare.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *