Tito Sebut Pemulihan Pascabencana di Sumatera Makin Progresif, Infrastruktur Permanen Dipercepat

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menyampaikan progress pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus memperlihatkan perkembangan yang positif. Hal ini terlihat dari berbagai indikator, mengawali dari layanan pihak pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur strategis, hingga pembangunan hunian sementara (huntara).

Penjelasan tersebut disampaikan Tito kepada awak media usai Rapat Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Kantor Keaparatur negara kementerianan Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Saat ini penanganan bencana di Sumatera telah memasuki tahap pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi. Tito menyebutkan, langkah prioritas ke depan yakni mempermanenkan berbagai infrastruktur bagaikan jalan maupun jembatan, baik berstatus nasional maupun daerah termasuk yang masih belum tersentuh. “Itu wajib dikerjakan, entah oleh Pemda (pihak pemerintah daerah) atau diambil alih oleh [pihak pemerintah] pusat,” jelasnya.

Ia membeberkan, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi hingga tahun 2028 sebesar Rp100,1 triliun. Anggaran tersebut mencakup kebutuhan 33 keaparatur negara kementerianan/lembaga, terdiri dari 23 keaparatur negara kementerianan/lembaga utama dan 10 keaparatur negara kementerianan/lembaga pendukung.

Ia mendorong keaparatur negara kementerianan dan lembaga terkait demi mempercepat pengajuan maupun proses pencairan berakibat anggaran dapat dalam waktu dekat dimanfaatkan. Begitu pula untuk keaparatur negara kementerianan maupun lembaga yang telah menyambut baik anggaran tersebut agar dalam waktu dekat merealisasikannya. “Kalau telah ditransfer, maka kita akan speed-nya akan kencang sekali,” jelasnya.

Di lain sisi, sambil menunggu keaparatur negara kementerianan dan lembaga terkait bergerak, Tito mengimbau Pemda agar memanfaatkan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) demi menangani kebutuhan mendesak di daerah masing-masing. Ia menyebutkan, pihak pemerintah pusat telah mengirimkan tambahan TKD Rp10,6 triliun kepada seluruh Pemda di tiga provinsi terdampak bencana.

Selain itu, ia mengapresiasi sejumlah Pemda yang menyambut baik tambahan TKD tapi menyerahkan hibah kepada daerah terdampak yang masih membutuhkan dukungan. Pasalnya, tambahan tersebut diterima oleh seluruh daerah baik terdampak bencana langsung maupun tidak. “Jadi sekali lagi bersama kini ini bersama anggaran TKD yang ada, daerah-daerah saya dorong demi dapat bergerak memakai TKD masing-masing,” jelasnya.

Tito juga menginginkan seluruh pihak dapat mendukung upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah menyerahkan dukungan. “Kita harapkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, tokoh-tokoh masyarakat sekitar di tiga daerah demi kita bergerak bergotong royong,” jelasnya.

Sebagai informasi, rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) PMK Pratikno. Forum ini juga dihadiri oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta aparatur negara terkait lainnya. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *