Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyebutkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 akan menjadi ujung tombak pengembangan kawasan transmigrasi melalui pendampingan masyarakat sekitar dan penerapan inovasi berbasis ilmu pengetahuan.

Menurut Viva, penerjunan TEP merupakan untukan dari strategi pihak pemerintah membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, sejalan bersama Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Bagian dari turunan Asta Cita Presiden Prabowo merupakan Tim Ekspedisi Patriot. Karena kita membangun dari bawah, dari desa, demi memakmurkan masyarakat sekitar dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi,” kata Viva saat kegiatan Pembekalan Serentak Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 di Kota Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Minggu (26/7).

Ia menerangkan para peserta TEP akan diterjunkan ke berbagai kawasan transmigrasi demi mendampingi masyarakat sekitar dalam mengembangkan potensi unggulan daerah. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Kita ingin desa-desa itu menjadi pusat ekonomi, menjadi pusat kebudayaan. Tim Ekspedisi Patriot kita terjunkan agar dapat berinteraksi bersama masyarakat sekitar dan menyerahkan inovasi, kreasi, pandangan-pandangan baru yang dibutuhkan masyarakat sekitar setempat,” ujarnya.

Viva menilai pembangunan kawasan transmigrasi tidak cuma bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, namun juga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayah yang semasih belumnya masih belum berkembang.

Menurutnya, program transmigrasi telah menyerahkan kontribusi besar terhadap pembangunan wilayah bersama melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, hingga tiga ibu kota provinsi.

“Program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan tiga ibu kota provinsi,” katanya.

Sebagai contoh, Viva menyebut kawasan transmigrasi Telang di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang pada 2025 menjadi daerah bersama produksi beras tertinggi secara nasional. Ia menilai capaian tersebut memperlihatkan kawasan transmigrasi dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi apabila didukung inovasi, riset, dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *