1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan satu orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan pihak korban meninggal dunia ditemukan di Kabupaten Sigi.

“Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, satu masyarakat sekitar dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,24 derajat Bujur Timur (BT) bersama kedalaman 10 kilometer.

Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.

Selain pihak korban jiwa, BNPB juga mencatat peningkatan jumlah masyarakat sekitar terdampak dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah. Hingga pada saat ini, sesejumlah 312 jiwa atau 110 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak gempa.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah bersama dampak teramat signifikan. Tercatat sesejumlah 272 jiwa atau 89 KK terdampak, bersama 22 masyarakat sekitar merasakan luka ringan dan 13 masyarakat sekitar merasakan luka berat.

Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat 40 jiwa atau 21 KK terdampak. Di Kota Palu, dua masyarakat sekitar dilaporkan merasakan luka ringan, sementara itu di Kabupaten Poso satu masyarakat sekitar merasakan luka.

BNPB juga mendata sedikitnya 67 rumah terdampak akibat gempa. Dari jumlah tersebut, 26 rumah merasakan rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Kerusakan tersejumlah terjadi di Kabupaten Sigi bersama total 47 rumah terdampak, yang terdiri atas 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Selain rumah masyarakat sekitar, di wilayah tersebut juga tercatat enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merasakan kerusakan.

Di Kabupaten Poso, lima rumah terdampak, termasuk tiga rumah yang merasakan rusak ringan. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 15 rumah terdampak.

Di Kota Palu, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada Jembatan III yang merasakan keretakan. Selain itu, satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha turut terdampak.

BMKG mencatat aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung. Hingga pukul 14.00 WIB, telah terjadi 55 kali gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *