MediaMerdeka.com – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) demi perdagangan Selasa (30/6/2026) diperkirakan bakal bergerak di zona hijau.
Peluang pembalikan arah (rebound) ini terbuka lebar setelah pada penutupan perdagangan awal pekan pada hari semasih belumnya, indeks domestik terpuruk cukup dalam bersama melemah 75,3 poin atau ambles 1,28 persen ke posisi 5.820,7.
Optimisme pasar pada hari ini didorong oleh angin segar dari bursa global dan regional yang kompak melesat. Sentimen positif tersebut diharapkan mampu meredam aksi lego saham oleh investor asing yang pada hari semasih belumnya mencatatkan nilai jual bersih (net foreign sell) mencapai sekitar Rp854 miliar, bersama tekanan jual terbesar melanda saham-saham berkapitalisasi besar bagaikan BBCA, BMRI, TLKM, BBRI, dan AADI.
Pasar saham Amerika Serikat mengawali pekan bersama riuh. Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak sejarah baru bersama ditutup di atas level psikologis 52.000 demi pertama kalinya.
Pada penutupan perdagangan Senin malam waktu setempat, Dow Jones terapresiasi 0,59 persen ke posisi 52.182,74. Langkah kokoh ini diiringi oleh lonjakan indeks S&P 500 sebesar 1,18 persen dan Nasdaq Composite yang melesat tajam hingga 2,07 persen.
Pemicu utama gairah di Wall Street merupakan meroketnya saham Alphabet yang tumbuh hampir 5 persen pada hari perdananya resmi bergabung sebagai anggota komponen baru indeks Dow Jones.
Kehadiran raksasa teknologi ini menyalakan kembali optimisme investor terhadap prospek emiten teknologi berkapitalisasi besar (big-tech).
Selain Alphabet, sejumlah saham korporasi AS lainnya turut membukukan performa impresif:
Comcast ikut naik 4,4 persen pasca-pengumuman rencana strategis korporasi demi menjalankan pemisahan usaha (spin-off) pada bisnis media dan teknologinya menjadi dua entitas publik terpisah dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Sisi geopolitik global juga menyerahkan kelegaan untuk para tersangka pasar. Kekhawatiran pasokan energi dunia menyusut setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perjanjian sementara demi menyetop ketegangan militer serta menjamin keamanan pelayaran kapal logistik maupun dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Kesepakatan krusial ini sukses meredakan kepanikan pasar pasca-insiden saling serang di akhir pekan yang sempat mengenai pangkalan militer di Kuwait dan Bahrain, serta kapal pengangkut minyak asal Qatar.
Bursa Asia-Pasifik Sambut Pagi bersama Tren Menghijau
Sejalan bersama gairah dari New York, lantai bursa di kawasan Asia-Pasifik langsung tancap gas pada pembukaan perdagangan Selasa pagi. Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak tajam 1,41 persen, diikuti oleh indeks Topix yang menguat 0,88 persen.
Performa positif ini juga menjalar ke bursa Korea Selatan bersama indeks Kospi yang terangkat sebesar 1,17 persen, meskipun indeks Kosdaq terpantau merasakan koreksi tipis 0,88 persen dan indeks S&P/ASX 200 di Australia bergerak relatif mendatar.
Bila menilik penutupan pasar regional pada hari semasih belumnya, pergerakan bursa Asia memang telah mencerminkan akumulasi optimisme kuartalan terbaiknya sejak tahun 2020.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

