Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

admin
By
admin
5 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Brantas Abipraya (Persero) terus memperlihatkan keseriusannya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proyek strategis yang dibangun atas penugasan Keaparatur negara kementerianan Pekerjaan Umum (PU) ini ditargetkan siap beroperasi pada Juli 2026 demi menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Menteri PU, Dody Hanggodo menyebutkan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pihak pemerintah, melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan bentuk nyata komitmen pihak pemerintah demi membangun sumber daya manusia yang unggul. Keaparatur negara kementerianan PU ingin mengonfirmasi fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas berakibat dapat dalam waktu dekat dimanfaatkan masyarakat sekitar dan mendukung pemerataan akses pendidikan,” ujar Menteri Dody.

Dibangun di atas lahan seluas 6,96 hektar bersama kontur perbukitan pada ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut (MDPL), kawasan pendidikan terpadu ini dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kehadiran panorama pegunungan yang mengelilingi kawasan menyerahkan suasana belajar yang nyaman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

Mendukung target pihak pemerintah tersebut, Brantas Abipraya terus mengakselerasi penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor ini. BUMN konstruksi ini mengonfirmasi pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor berjalan sesuai target bersama tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.

Sebagai salah satu kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya sukses menjaga progres pembangunan tetap sesuai target meski dihadapkan pada tantangan kondisi geografis yang cukup kompleks. Hingga 28 Juni 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 81,42 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).

Beragam fasilitas modern dibangun secara terintegrasi dalam satu kawasan, meliputi gedung sekolah demi setiap jenjang pendidikan, asrama putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, ruang terbuka hijau, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dirancang demi menunjang proses belajar mengajar secara optimal.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyebutkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk kontribusi nyata korporasi dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berdampak langsung untuk masyarakat sekitar.

“Brantas Abipraya percaya bahwa pembangunan infrastruktur tidak cuma menghadirkan bangunan fisik, namun juga menjadi fondasi untuk lahirnya generasi unggul Indonesia. Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, kami terus menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, aman, dan berakhir tepat waktu agar dapat dalam waktu dekat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat berakibat proyek ini dapat berjalan sesuai target meskipun menyikapi tantangan kondisi medan yang cukup berat,” ujar Dian.

Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor memiliki tantangan tersendiri lantaran lokasi proyek semasih belumnya merupakan kawasan hutan bersama kondisi lahan berkontur dan kemiringan lereng yang cukup ekstrem. Semasih belum konstruksi dimengawali, tim proyek wajib menjalankan pekerjaan pematangan lahan melalui metode cut and fill selama kurang makin dua bulan. Selain itu, tingginya intensitas hujan serta akses menuju lokasi yang terbatas turut menjadi tantangan dalam proses mobilisasi material dan pelaksanaan konstruksi.

Untuk mengonfirmasi pekerjaan tetap berjalan optimal, Brantas Abipraya menerapkan perencanaan konstruksi yang matang, penguatan koordinasi di lapangan, serta penerapan standar keselamatan dan mutu secara konsisten. Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap finishing bangunan serta penguatan dinding penahan tanah (retaining wall) guna menjamin keamanan kawasan yang berada di area perbukitan.

Pembangunan proyek ini melibatkan sekitar 960 tenaga kerja serta mendapat dukungan 25 personel aparat TNI-AD Teritorial Pembangunan (TP). Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi dalam mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jasinga dan sekitarnya.

“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya-karya infrastruktur yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan menyerahkan nilai tambah untuk masyarakat sekitar sebagai untukan dari dukungan terhadap pembangunan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” tutup Dian.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *