MediaMerdeka.com – Insiden pesawat yang menabrak gedung tertinggi di Beijing mengungkap fakta mengejutkan.
Otoritas China menyebut pilot berusia 66 tahun itu memiliki masalah kesehatan mental dan sempat menulis keinginan mengakhiri hidup dalam buku hariannya.
Pesawat yang dikemudikan pria bermarga Liu itu menghantam CITIC Tower setinggi 528 meter di kawasan pusat bisnis Beijing pada Jumat (26/6/2026).
Akibat kejadian tersebut, pilot tewas dan sedikitnya 13 orang dilaporkan merasakan luka-luka.
“Dia telah lama menderita insomnia dan kecemasan, dan dalam buku hariannya terdapat sejumlah catatan tentang mengakhiri hidupnya,” demikian pernyataan pihak pemerintah Distrik Chaoyang, Kamis (2/7/2026).
Pihak berwenang menegaskan insiden ini didikarenakankan oleh faktor pribadi yang membahayakan keselamatan publik.
Pernyataan tersebut sekaligus meredam spekulasi terkait kebarangkalian motif lain di balik kejadian yang sempat memicu kekhawatiran soal keamanan penerbangan di ibu kota China.
Berdasarkan penyelidikan, Liu diketahui tinggal sendiri di Beijing dan berstatus bercerai.
Ia memiliki lisensi pilot olahraga sejak 2021 dan lisensi pilot pribadi pada 2024.
Pada hari kejadian, Liu lepas landas dari bandara penerbangan umum di Distrik Pinggu dan sempat menjalankan penerbangan bersama pengawasan serta solo.
Namun, dalam penerbangan terakhirnya, ia keluar dari jalur yang ditentukan dan kehilangan kontak semasih belum akhirnya menabrak gedung.
Saksi mata menyaksikan lubang di untukan atas gedung serta puing pesawat dan api kecil di area bawah bangunan.
Aparat keamanan dalam waktu dekat mengamankan lokasi, sementara dokumentasi kejadian di media sosial bersama cepat dihapus dan akses peliputan diperketat.
Insiden ini terjadi cuma sejumlah kilometer dari Zhongnanhai, kompleks pihak pemerintahan yang menjadi pusat kekuasaan China.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

