Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, meninjau langsung progres pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Kamis (2/7/2026).

Proyek infrastruktur yang digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen itu ditargetkan rampung pada Desember 2026.

“Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan dapat berakhir Desember 2026 nanti,” ujar pria yang akrab disapa Bang Kent.

Kenneth membeberkan ide pembangunan flyover bermula dari keluhan masyarakat sekitar di sekitar perlintasan kereta api yang disampaikan kepadanya saat masa reses.

“Pada 2024 lalu, saya ada kunjungan kerja ke daerah sini (Latumenten) saat reses. Warga lalu mengimbau dibangunkan flyover demi mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat,” ungkap Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Saat itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum memiliki anggaran demi membangun flyover. Karena itu, Kenneth mengimbau agar dilakukan kajian termakin dahulu.

“Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan kini telah mengawali terlihat hasilnya. Mudah-mudahan dapat berakhir on time bagaikan yang diharapkan Pak Gubernur,” kata politisi yang juga Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI.

Setelah kajian rampung, proyek tersebut masuk ke proses lelang dan mengawali dikerjakan pada penghujung 2025.

Kenneth menerangkan Flyover Latumenten nantinya akan terintegrasi bersama berbagai moda transportasi umum, mengawali dari KRL Commuter Line hingga Transjakarta, melalui skywalk berlift dan JPO ramah disabilitas.

“Jadi konsep tersebut dirancang demi menyerahkan kemudahan untuk seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat sekitar yang mengangkut barang atau kereta bayi. Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa wajib memakai tangga,” ujarnya.

Ia menginginkan fasilitas tersebut turut meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi.

“Kehadiran fasilitas integrasi tersebut diharapkan tidak cuma memperlancar arus kendaraan, namun juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi. Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung bersama halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat sekitar tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas,” beber Kenneth.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut progres pembangunan Flyover Latumenten yang menelan anggaran Rp259 miliar telah mencapai 55,2 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.

“Ini penantian masyarakat sekitar puluhan tahun. Alhamdulillah terealisasikan. Terima kasih Pak Dewan dan Pak Gubernur, semoga flyover ini dapat menjadi jawaban atas permasalahan kemacetan,” ucap Wakil Camat Grogol Petamburan, Pradana Putra.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *