Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami

admin
By
admin
5 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Pegadaian (Persero) bersama Universitas Andalas (Unand) mengambil langkah proaktif dalam melindungi masyarakat sekitar pesisir melalui penyerahan hasil riset komprehensif Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang. Prosesi penyerahan hasil riset kolaboratif ini berlangsung di Kampus Universitas Andalas Padang yang diterima langsung oleh Walikota Padang, Fadly Amran, Senin (29/6/2026).

Langkah ini menjadi wujud nyata dari komitmen korporasi terhadap keberlanjutan Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada pilar sosial dan ketahanan komunitas. Melalui program Pegadaian Peduli, dimana hal ini membuktikan Perusahaan tidak cuma fokus pada pertumbuhan inklusi finansial, melainkan juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan dan investasi sosial jangka panjang masyarakat sekitar di wilayah operasional rawan bencana.

Riset kolaboratif ini sukses melahirkan sebuah cetak biru (blueprint) model mitigasi bencana berbasis masyarakat sekitar (community-based disaster risk management). Model ini mengintegrasikan lima instrumen utama, yakni: teknologi deteksi dini tsunami mandiri, sistem evakuasi berbasis komunitas, pemanfaatan masjid sebagai shelter dan pusat informasi kebencanaan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) evakuasi, hingga edukasi masyarakat sekitar yang disertai bersama simulasi kebencanaan mandiri yang dapat diterapkan.

Tingginya potensi ancaman gempa megathrust Mentawai dan risiko tsunami di sepanjang pesisir Kota Padang menuntut adanya solusi yang tidak cuma bergantung pada infrastruktur besar milik pihak pemerintah, melainkan penguatan kapasitas internal masyarakat sekitar sebagai garda terdepan penyelamatan.

Salah satu terobosan teramat menonjol dari riset ini merupakan penempatan masjid sebagai simbol kesiapsiagaan darurat. Di bawah model baru ini, masjid dioptimalkan fungsinya demi bertindak sebagai shelter evakuasi sementara, pusat kendali informasi, serta ruang koordinasi utama masyarakat sekitar saat terjadi masa krisis.

Pendekatan sosiologis ini dipilih secara cermat lantaran dinilai amat selaras bersama filosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” di Sumatera Barat, di mana masjid memegang peran sentral dalam struktural dan kultural kehidupan masyarakat sekitar.

“Kolaborasi erat antara Pegadaian dan perguruan tinggi bagaikan Universitas Andalas ini menjadi bukti kuat bahwa riset tidak boleh berhenti cuma sebagai dokumen kajian akademik di perpustakaan, melainkan wajib dikonversi menjadi solusi aplikatif yang menyelamatkan nyawa. Kami menginginkan model kesiapsiagaan mandiri ini mampu memperkuat kapasitas ketahanan (resilience) masyarakat sekitar Padang secara signifikan serta menjadi model percontohan nasional (benchmark) yang dapat direplikasi di wilayah pesisir rawan bencana lainnya di Indonesia,” ujar Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian (Persero), Ismail Ilyas.

Hasil nyata penelitian yang diserahkan kepada pemangku kepentingan tersebut juga dilengkapi bersama bantuan fisik berupa perangkat pendukung komponen sistem peringatan dini buatan lokal yang mudah dirawat oleh masyarakat sekitar. Sinergi ini sekaligus menegaskan bahwa hilirisasi riset universitas yang didukung oleh pendanaan dunia usaha mampu mempercepat penanganan isu-isu krusial di daerah.

Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi tertingginya atas visi kemanusiaan yang ditunjukkan oleh PT Pegadaian (Persero) dalam mendukung riset aplikatif ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Pegadaian (Persero) yang telah menyerahkan kepercayaan, dukungan pendanaan, serta fasilitas penuh terhadap pelaksanaan riset ini. Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa kombinasi antara kepakaran akademis pertiwi dan kepedulian sosial dunia usaha mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada penguatan keselamatan publik. Kami menginginkan kemitraan strategis ini dapat terus berlanjut ke fase implementasi yang makin luas,” ungkap Prof. Kurnia Warman.

Sementara itu, Walikota Padang, Fadly Amran turut menyerahkan apresiasinya kepada Pegadaian dan Universitas Andalas yang telah menginisiasi riset tersebut. Ia berpesan agar masyarakat sekitar dapat memanfaatkan hal tersebut bersama optimal.

“Kepada masyarakat sekitar, khususnya Pasie Nan Tigo. Saya menginginkan apa yang telah diserahkan oleh Pegadaian dan Unand ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab kita bersama. Semakin siap masyarakat sekitar, maka semakin besar peluang kita bertahan dan menyelamatkan makin sejumlah nyawa saat bencana terjadi,” ujar Fadly.

Ke depan, sinergi yang melibatkan dunia usaha, akademisi, pihak pemerintah daerah, media, dan komunitas masyarakat sekitar akan terus dipererat guna membangun budaya sadar bencana yang tangguh, tanggap, dan berkelanjutan. PT Pegadaian (Persero) akan terus menegaskan posisinya sebagai korporasi yang adaptif dan berkomitmen menyerahkan nilai tambah untuk negeri. Bersama Danantara, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati demi MengEMASkan Indonesia. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *