PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dalam sejumlah hari terakhir menuai sorotan. Di Kota Singkawang, anggota DPRD mengimbau PT PLN (Persero) menyerahkan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan, sementara tersangka usaha di Kabupaten Bengkayang mengaku merasakan kerugian akibat padamnya pasokan listrik.

Anggota DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra, menilai pemadaman yang terjadi hampir di seluruh wilayah kota telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat sekitar, mengawali dari kebutuhan rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dunia usaha, pelayanan publik, hingga kegiatan pendidikan.

“Dalam sejumlah hari terakhir masyarakat sekitar Kota Singkawang dihadapkan pada pemadaman listrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah kelurahan. Kondisi ini tentu amat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar,” katanya di Singkawang, Jumat.

Menurut Sumberanto, ketergantungan masyarakat sekitar terhadap pasokan listrik PLN menciptakan gangguan yang terjadi secara luas menyerahkan dampak besar terhadap roda perekonomian dan pelayanan publik. Karena itu, masyarakat sekitar berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan serta langkah-langkah pemulihan yang sedang dilakukan.

“Pemadaman bersama skala yang cukup luas bagaikan ini merupakan kondisi yang amat jarang terjadi, bahkan dapat dikatakan masih belum sempat dialami dalam kurang makin 10 tahun terakhir,” ujarnya.

Ia mengimbau manajemen PLN menerangkan secara terbuka penyebab gangguan, kendala yang dihadapi, upaya penanganan yang telah dilakukan, hingga estimasi waktu normalisasi apabila masih terdapat potensi gangguan.

“Keterbukaan informasi merupakan untukan penting dari pelayanan publik dan menjadi hak masyarakat sekitar sebagai pengguna layanan,” katanya.

Sumberanto menegaskan, permintaan tersebut bukan ditujukan demi menyalahkan PLN. Menurut dia, selama ini pelayanan PLN di Kota Singkawang telah cukup baik, termasuk respons petugas dalam menangani laporan gangguan.

“Namun ketika terjadi gangguan yang berdampak luas bagaikan pada saat ini, komunikasi kepada masyarakat sekitar wajib makin ditingkatkan. Dengan adanya penjelasan yang terbuka, masyarakat sekitar tidak perlu berspekulasi mengenai penyebab gangguan berakibat kepercayaan publik terhadap PLN tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menginginkan pasokan listrik dalam waktu dekat pulih dan disertai evaluasi menyeluruh agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.

Di Kabupaten Bengkayang, dampak pemadaman juga dirasakan tersangka usaha. Owner Rumah Laundry Bengkayang, Yanti, mengaku operasional usacuma terganggu akibat pemadaman bergilir yang berlangsung tanpa pemberitahuan makin awal.

“Kalau terjadi pemadaman dalam waktu lama dan tidak ada pemberitahuan H-1, tentu amat merugikan. Kami biasanya menyambut baik cucian ekspres yang diantar pagi dan berakhir sore. Karena tidak tahu akan ada pemadaman, kami tetap menyambut baik pesanan, namun akhirnya tidak dapat menepati janji kepada pelanggan,” katanya.

Yanti memperkirakan usacuma kehilangan pendapatan sekitar Rp300 ribu per hari dari layanan cuci ekspres. Selain itu, keterlambatan penyelesaian cucian reguler menciptakan pihaknya wajib memberlakukan lembur untuk pegawai berakibat biaya operasional ikut meningkat.

“Dalam sehari biasanya ada sekitar lima pelanggan layanan ekspres bersama nilai sekitar Rp60 ribu per orang. Kalau tidak dapat dikerjakan, kami kehilangan sekitar Rp300 ribu. Belum lagi cucian reguler ikut terlambat berakibat kami wajib mengimbau pegawai lembur dan tentu ada tambahan biaya operasional,” ujarnya.

Ia menginginkan PLN menyerahkan informasi rencana pemadaman setidaknya satu hingga dua hari semasih belumnya agar tersangka usaha dapat mengatur jadwal pekerjaan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *