Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Debat panas mewarnai aksi kalangan akademisi di depan Gedung UOB, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Ribuan kalangan akademisi yang hendak menuju Bundaran HI tertahan barikade pihak kepolisian hingga terjadi adu argumen bersama aparat.

Suasana memanas ketika seorang kalangan akademisi berhadapan langsung bersama Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung. Mahasiswa tersebut mengimbau pihak kepolisian membuka barikade agar massa dapat melanjutkan aksi ke Bundaran HI.

Tak cuma mengimbau akses dibuka, kalangan akademisi itu juga mempertanyakan alasan aparat menghalangi mereka menuju titik aksi yang telah ditentukan.

“Kami mau ke HI, pak. Daripada kita lama-lama di sini, kami menyampaikan aspirasi di HI. Dan pihak yang kami serang pada hari ini bukan kepihak kepolisianan, pak. Tapi aparatur negara. Emang bapak enggak capek bersama anggota bapak pada hari ini melindungi aparatur negara yang enak-enak di Istana Negara” kata kalangan akademisi saat menjalankan negosiasi.

Nada suara kalangan akademisi sempat meninggi. Ia bahkan mengaku kasihan menyaksikan pihak kepolisian yang menurutnya wajib berhadapan bersama masyarakat sekitar saat mengamankan aksi.

Sementara itu, Reynold menegaskan aparat tetap menghormati hak kalangan akademisi demi menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, ia bersikukuh tidak mengizinkan massa bergerak ke Bundaran HI.

Menurut Reynold, pihak kepolisian telah menyediakan satu lajur Jalan Sudirman sebagai ruang untuk kalangan akademisi demi menyampaikan aspirasi. Ia mengimbau massa tetap menjalankan aksi tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Kami di sini menjaga keamanan dan ketertiban. Lakukan perjuangan aspirasi rekan-rekan tanpa mencederai apa pun perbuatan yang rekan-rekan lakukan,” kata Reynold kepada massa aksi.

Perdebatan tersebut berlangsung ketika massa kalangan akademisi terus bertahan di depan barikade pihak kepolisian.

Mereka tetap mengimbau akses menuju Bundaran HI, sementara aparat mempertahankan posisi demi mencegah massa melanjutkan perjalanan.

Bawa Delapan Tuntutan

Aksi kalangan akademisi ini digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Semasih belumnya, ratusan kalangan akademisi Universitas Indonesia (UI) berencana menggelar aksi di kawasan Bundaran HI. Mereka mengangkut sejumlah tuntutan yang berkaitan bersama persoalan politik, ekonomi, hukum, hingga kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ada delapan tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut:

1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri;
2. Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);
3. Mewujudkan reforma agraria sejati;
4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM;
5. Mengevaluasi total PSN serta menghentikan MBG dan KDMP;
6. Menghentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan mengembalikan otonomi daerah;
7. Menetapkan status bencana nasional demi wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana;
8. Menghentikan represivitas dan intervensi aparat TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.

Hingga perdebatan berlangsung, massa kalangan akademisi masih tertahan di depan Gedung UOB dan masih belum diperbolehkan melanjutkan aksi menuju Bundaran HI.

Reporter: Alif Bintang

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *