MediaMerdeka.com – Pertarungan ide dalam suksesi kepemimpinan Korps Wartawan Parlemen (KWP) akhirnya rampung bersama pesan dari kepengurusan lama demi menjaga keutuhan komunitas jurnalis Senayan.
Mantan Ketua KWP, Ariawan, menekankan bahwa tantangan terbesar ketua baru bukanlah mengelola program kerja, melainkan merawat solidaritas seluruh anggota di tengah dinamika politik yang semakin dinamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Ariawan di hadapan ratusan jurnalis saat momen pemilihan Ketua KWP periode baru di Wisma DPR RI, Kopo, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Ariawan mengingatkan Rafyq Pandjaitan agar tidak mengabaikan komunikasi intensif bersama seluruh anggota yang memiliki latar belakang media berbeda-beda.
“Saya menitipkan amanat besar ini kepada Rafyq Pandjaitan agar senantiasa menaruh perhatian ekstra pada nilai kebersamaan serta kekompakan seluruh jurnalis di Lingkungan Parlemen,” tegas Ariawan saat menyerahkan sambutan penutupnya di arena pemilihan.
Dia menilai kekuatan utama organisasi wartawan bukan cuma diukur dari megahnya kegiatan, melainkan juga dari solidnya barisan anggota saat menyikapi berbagai situasi di lapangan.
“KWP cuma dapat menjadi organisasi yang disegani dan berdampak luas apabila kepemimpinan baru mampu merangkul setiap perbedaan tanpa ada kelompok yang merasa ditinggalkan,” kata Ariawan.
Menanggapi harapan tersebut, Ketua KWP terpilih, Rafyq Pandjaitan, menegaskan kesiapannya demi merangkul seluruh lini wartawan guna melanjutkan warisan positif kepengurusan semasih belumnya.
“Kami berkomitmen menjadikan KWP sebagai ruang kolaborasi yang inklusif, di mana soliditas antarjurnalis Senayan menjadi fondasi utama gerakan kami,” ujar Rafyq di tempat yang sama.
Rafyq juga mengimbuhkan bahwa tantangan media modern membutuhkan konsolidasi internal yang makin kuat agar peran wartawan parlemen tetap relevan dan kritis.
“Rekomendasi dan wejangan dari Senior Ariawan akan menjadi panduan moral untuk seluruh jajaran pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi ke depan,” tutur Rafyq menutupi ucapannya.
Proses suksesi kepemimpinan yang berlangsung hangat ini ditutup bersama penyerahan berkas kepengurusan secara simbolis sebagai tanda dimengawalinya era baru KWP. Momen di Kopo ini menjadi pijakan awal untuk kepengurusan Rafyq Pandjaitan demi membuktikan komitmen menjaga marwah jurnalisme parlemen yang solid dan berintegritas.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

