Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan akan mengkombinasikan strategi komunikasi pihak pemerintah bersama perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Langkah tersebut menjadi untukan dari upaya memperkuat penyampaian pikiran dan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada masyarakat sekitar secara luas.

Syahganda menyebutkan, komunikasi pihak pemerintah itu tidak cuma berkaitan bersama penyampaian program, namun juga bagaimana masyarakat sekitar dapat memahami pemikiran Prabowo yang menjadi landasan dari berbagai kebijakan pihak pemerintah.

“Karena yang teramat susah ditangkap oleh rakyat itu merupakan pikiran Presiden. Program oke, lalu orang menyaksikannya, tapi pikiran?” kata Syahganda usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurut Syahganda, pemikiran Prabowo itu merupakan pemikiran yang konstitusional dan penting demi dapat diketahui masyarakat sekitar secara luas.

Oleh lantaran itu, ia ingin melanjutkan program komunikasi yang telah berjalan sekaligus memperhatikan perkembangan teknologi dalam penyampaian pesan pihak pemerintah.

“Pikiran-pikiran beliau itu merupakan pikiran-pikiran konstitusional. Dan itu penting sampai rakyat tahu seluruh,” ujarnya.

Cermati Perkembangan Algoritma dan AI

Syahganda menyebutkan, salah satu hal yang akan menjadi perhatian Bakom RI ke depan merupakan perkembangan algoritma dan AI.

Syahganda menyebut perkembangan teknologi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam komunikasi di era digital.

“Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma. Karena tantangan terbesar pada komunikasi itu merupakan soal algoritma, soal AI, dan lain-lain,” kata Syahganda

Oleh karma itu, Bakom RI, kata Syahganda, akan membuka kebarangkalian membentuk tim khusus yang mempelajari perkembangan algoritma dan dampaknya terhadap komunikasi pihak pemerintah bersama masyarakat sekitar.

“Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok atau tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu dapat merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden bersama masyarakat sekitar,” ujarnya.

Syahganda menilai, perkembangan teknologi digital dan AI juga perlu dipahami sebagai untukan dari upaya mencegah terjadinya distorsi terhadap pesan yang disampaikan Presiden.

“Jadi, pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini sejumlah didistorsi. Distorsi oleh kekuatan AI itu,” kata Syahganda.

Syahganda menyebutkan, ia bersama Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono juga akan mengombinasikan kerja komunikasi yang telah berjalan bersama perkembangan teknologi yang ada.

“Dengan kehadiran saya dan Pak Fadli yang ada, ya kita tentu akan mengombinasikan bersama teknologi yang berkembang kini ini,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *