Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meninjau fasilitas Migrant Center di Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali, Jumat 20 Oktober 2026, sekaligus berdialog bersama para alumni yang akan bekerja ke luar negeri.

Kunjungan tersebut menjadi untukan dari upaya memperkuat sinergi antara Keaparatur negara kementerianan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan institusi pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, profesional, serta memahami jalur migrasi kerja yang aman dan prosedural.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Keaparatur negara kementerianan Kesehatan dr. Yuli Farianti, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan dr. Jefri Ardianto, Kepala BP3MI Muhammad Iqbal, Ketua Tim Pendayagunaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan WNI/Diaspora Lita Dwi Astari, S.T.P., M.Si., serta civitas akademika Poltekkes Kemenkes Denpasar.

Menteri Mukhtarudin menyebutkan keberadaan Migrant Center memiliki peran strategis lantaran dapat menjadi ruang informasi, konsultasi, dan persiapan untuk kalangan akademisi maupun alumni yang ingin membangun karier di luar negeri.

“Pelindungan Pekerja Migran tidak cuma berbicara mengenai penanganan ketika terjadi persoalan, namun wajib dimengawali sejak seseorang mempersiapkan diri demi bekerja di luar negeri, selama bekerja, hingga setelah kembali ke tanah air,” tutur Mukhtarudin.

Calon Pekerja Migran, kata Menteri wajib dibekali kompetensi, pengetahuan, kemampuan bahasa, serta pemahaman mengenai hak dan kewajibannya semasih belum mengambil keputusan bekerja di luar negeri.

Hal tersebut dinilai semakin penting untuk lulusan bidang kesehatan lantaran peluang kerja tenaga kesehatan di berbagai negara terus terbuka dan membutuhkan tenaga profesional bersama standar kompetensi tertentu.

“Keberadaan Migrant Center di lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar memiliki arti penting. Fasilitas ini dapat menjadi ruang untuk kalangan akademisi dan alumni demi memperoleh informasi yang benar mengenai peluang kerja di luar negeri, memahami persyaratan dan prosedur penempatan, serta mempersiapkan diri semasih belum mengambil keputusan,” ujar Menteri.

Mukhtarudin menegaskan peluang kerja di luar negeri wajib diikuti bersama kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, bekerja di luar negeri bukan sekadar memperoleh pekerjaan, namun juga mengangkut kompetensi dan profesionalisme yang menjadi modal demi meningkatkan posisi PMI di negara tujuan.

Dalam dialog bersama para alumni, Menteri Mukhtarudin juga mengingatkan agar proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi.

“Pastikan seluruh dokumen dan proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi, pahami isi perjanjian kerja, ketahui hak dan kewajiban, serta jangan mudah percaya pada tawaran kerja yang tidak jelas,” imbuh Menteri.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *