Dokter Paru Ingatkan Dampak Kesehatan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kelompok Rentan Harus Waspada

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, yang terjadi sejak 30 Juni 2026, dinilai berpotensi menimbulkan dampak kesehatan untuk masyarakat sekitar akibat paparan asap dan polusi udara.

Dokter spesialis paru sekaligus Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, menyebutkan terdapat sejumlah kajian ilmiah yang dapat menjadi rujukan dalam menilai sekaligus mengatasi dampak kesehatan akibat kebakaran sampah berskala luas.

Mengutip dari jurnal ilmiah Sustainability melalui artikel berjudul A Comprehensive Study of the Impact of Waste Fires on the Environment and Health, Tjandra memaparkan bahwa setidaknya ada lima dampak kebakaran sampah terhadap lingkungan dan kesehatan.

“Pertama, kebakaran berbagai jenis sampah yang luas dapat menimbulkan polusi udara bersama setidaknya delapan gas, yakni amonia (NH3), karbon dioksida dioxide (CO2), karbon monoksida (CO), hidrogen sulfida (H2S), metana (CH4), nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2),” jelas Tjandra dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Selain gas, Tjandra menerangkan bahwa kebakaran juga menghasilkan polusi bahan padat atau Particulate Matter (PM) dalam berbagai ukuran, termasuk PM 2,5 yang dapat masuk hingga ke alveolus paru.

Ia mengimbuhkan, kebakaran biomassa sampah juga berpotensi melepaskan volatile organic compounds serta bahan kimia aromatik pihak kepolisianklik ke udara.

Lebih lanjut, Tjandra menyebut gangguan kesehatan akibat kebakaran sampah dapat bervariasi, mengawali dari keluhan ringan hingga penyakit yang makin berat.

“Keluhan dan penyakit yang barangkali timbul dapat berupa sakit kepala, iritasi mata, gangguan kulit, gangguan saluran cerna. Selanjutnya akan berdampak pada paru dan saluran napas, bagaikan infeksi dalam berbagai derajatnya, mengawali ISPA ringan sampai berat, dan gangguan pernapasan bagaikan serangan asma,” tuturnya.

Ancaman terakhir, ditujukan untuk kelompok rentan bagaikan lansia, ibu hamil, dan kalangan anak serta yang memiliki gangguan paru kronik, berpotensi makin mudah terkena gangguan kesehatan akibat kebakaran sampah di lahan seluas 14 hektare tersebut.

Selain dampak kesehatan, Prof Tjandra juga menyoroti pemanfaatan teknologi dalam penanganan kebakaran sampah.

“Peran teknologi mutakhir dalam bentuk kecerdasan buatan ‘artificial intelligence (AI)’, ‘Machine Learning (ML)’ dan teknologi ‘deep learning’ dalam pengendalian kebakaran sampah luas ini,” katanya.

Tjandra juga mengutip kajian dari Wisconsin Department of Natural Resources berjudul Environmental and Health Impacts of Open Burning yang menerangkan kebakaran plastik dapat melepaskan bahan kimia bagaikan dioksin, benzo(a)pyrene (BAP), serta hidrokarbon poliaromatik.

“Semoga pengendalian dampak kesehatan kebakaran di TPA Jatiwaringin dilakukan bersama baik dan mengacu kajian ilmiah, tanpa menimbulkan pihak korban yang berarti,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *