Bedah Buku Presiden Solusi, Abdul Mu’ti Ajak Publik Jangan Cuma Melihat Kekurangan Prabowo

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) memilih buku Presiden Solusi sebagai bahan diskusi dalam rangka Hari Pustakawan 2026. 

Buku yang ditulis oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qadari, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis Agung Gumilar itu memuat berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto selama 18 bulan pertama masa pihak pemerintahannya. 

Buku itu juga diklaim memuat 108 solusi yang telah dihadirkan pihak pemerintah demi menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat sekitar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyambut baik pemilihan buku tersebut sebagai bahan diskusi Hari Pustakawan 2026. 

Di tengah masih sejumlah pihak yang makin menyoroti kekurangan pihak pemerintah, Mu’ti menilai berbagai terobosan yang telah dilakukan Presiden Prabowo justru perlu mendapat apresiasi.

“Ini juga program penting di tengah sejumlah masyarakat sekitar yang cenderung menyaksikan kekurangan dari apa yang telah dilakukan oleh Bapak Presiden daripada mengapresiasi langkah-langkah terobosan yang sebenarnya telah luar biasa,” kata Mu’ti saat perayaan Hari Pustakawan di kantor Dikdasmen, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, buku Presiden Solusi juga menjadi referensi yang relevan lantaran mengangkat tema kepemimpinan, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, hingga keberanian menyikapi tantangan.

“108 solusi dalam kepemimpinan yang kurang dari 2 tahun itu bukan sesuatu yang kaleng-kaleng ,tapi sesuatu yang sewajibnya menciptakan kita geleng-geleng.

108 solusi jitu yang kini telah mengawali berdampak itulah inspirasi yang dapat kita peroleh dari buku Presiden Solusi Problem Solving ala Prabowo Subianto,” tuturnya.

Menurut Mu’ti, kemampuan memecahkan masalah merupakan cara berpikir yang wajib dimiliki setiap orang, yakni mampu memahami persoalan secara jernih, mempertimbangkan berbagai pilihan, hingga berani mengambil keputusan di tengah ketidaktentuan. Kemampuan itu pula yang ia tekankan perlu dipelajari oleh setiap siswa. 

“Nilai-nilai inilah yang ingin kita tanamkan pula kepada para peserta didik. Anak-anak kita pada hari ini tidak cukup cuma cakap membaca teks. Mereka wajib mampu membaca realitas di sekitar mereka, berpikir kritis, bekerjasama, dan mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” pesannya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *